Kejagung Diminta Usut Tuntas Kasus Eks Jampidsus Febrie Tanpa Kompromi

1 week ago 19
Kejagung Diminta Usut Tuntas Kasus Eks Jampidsus Febrie Tanpa Kompromi Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah (tengah) menyampaikan keterangan saat konferensi pers di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (10/7/2026)( ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/nz)

KEJAKSAAN Agung (Kejagung) didorong untuk membuktikan integritasnya dengan mengusut tuntas kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Setelah menerima pengalihan perkara dari kepolisian, Kejagung kini memikul beban pembuktian ganda untuk menunjukkan bahwa penegakan hukum tidak tumpul saat menyasar internal sendiri.

Tokoh publik sekaligus Penulis HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy mengingatkan bahwa pelimpahan kasus dari Polri ke Kejagung yang sempat menuai polemik hanya akan dinilai sah di mata publik jika dilakukan dengan transparansi penuh dan tanpa kompromi politik.

"Justru karena mekanismenya tidak lazim, Kejaksaan Agung kini memikul beban pembuktian yang berlipat ganda. Publik tidak akan menerima apa pun yang kurang dari proses yang tuntas, yakni penahanan, persidangan terbuka, perampasan aset untuk negara, dan hukuman yang setimpal," ujar Khalilur melalui keterangan tertulisnya, Rabu (15/7/2026).

Khalilur juga menyoroti momen pertemuan antara Jaksa Agung ST Burhanuddin dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Kebayoran Baru pada Senin (13/7) lalu. 

"Rakyat sudah melihat salam komando kalian. Sekarang buktikan bahwa genggaman tangan itu adalah genggaman keadilan, bukan genggaman kompromi. Tuntaskan perkara ini seterang-terangnya," tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan beratnya bobot kejahatan yang disangkakan. Sebagai mantan pejabat yang melakukan penuntutan untuk kasus korupsi di Indonesia, Febrie dinilai sangat memahami seluk-beluk hukum, termasuk celah-celah menyembunyikan aset hasil kejahatan.

"Jika dugaan (korupsi) itu benar, maka ini adalah pengkhianatan dari titik yang paling dalam, penjaga gudang yang diduga menggarong gudangnya sendiri. Kejahatan luar biasa oleh orang yang luar biasa menuntut penanganan yang luar biasa pula, luar biasa cepat, luar biasa terbuka, luar biasa tuntas," urai Khalilur. (H-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |