Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi(MI/Susanto)
MENTERI Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi menyebut Jaksa Agung ST Burhanuddin telah menyodorkan sejumlah nama kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mengisi posisi Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) setelah Febrie Adriansyah mengundurkan diri karena tersangkut kasus korupsi dan pencucian uang.
"Per kemarin, hari Selasa tanggal 14 (Juli), Jaksa Agung telah secara resmi mengirimkan surat kepada Bapak Presiden untuk mengajukan usulan nama pengganti pejabat Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus yang beberapa waktu yang lalu mengajukan pengunduran diri," ujar Prasetyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7).
Prasetyo tak mengungkapkan siapa saja nama yang diajukan oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin. Namun, ia membenarkan salah satu nama ialah Kuntadi.
"Ya, kalau berdasarkan suratnya, ya. Iya," tuturnya.
Prasetyo menjelaskan bahwa usulan nama Kuntadi saat ini belum disetujui secara final oleh Presiden Prabowo lantaran harus dinilai oleh tim. Meski demikian, Istana berkomitmen memberikan atensi khusus berupa percepatan proses administrasi.
"Kami mohon waktu untuk memprosesnya, karena memang ada mekanisme istilahnya adalah TPA (Tim Penilai Akhir) ya. Jadi nanti ada Tim Penilai Akhir yang memang selama ini mekanismenya demikian. Karena suratnya baru masuk kemarin, kami mohon waktu, mungkin hari ini akan segera kita tindak lanjuti," urai Prasetyo.
Prasetyo menargetkan Surat Keputusan Presiden (Keppres) terkait pelantikan Jampidsus baru serta sejumlah pejabat eselon I Kejaksaan Agung lainnya dapat segera rampung dalam hitungan hari.
"Insya Allah nanti mungkin ini termasuk salah satu yang kita butuh percepatan dibanding dengan proses-proses yang lainnya. Insya Allah (Keppres ditandatangani pekan ini)," tambahnya. (E-4)

















































