Jaguar Jonze (kanan) dan KIRE(MI/HO)
MUSISI Taiwan-Australia, Jaguar Jonze, resmi merilis single terbarunya bertajuk HALF DEVIL (feat. KIRE). Karya ini merupakan hasil kolaborasi apik bersama penyanyi sekaligus penulis lagu Taiwan-Amerika, KIRE, yang dirilis di bawah naungan label Nettwerk.
Dibawakan dalam perpaduan bahasa Mandarin dan Inggris, lagu ini menyuguhkan nuansa alt-pop gelap yang diperkuat dengan vokal berkarakter, dentuman synth intens, serta sentuhan produksi musik klub.
HALF DEVIL bukan sekadar eksplorasi musikal, melainkan sebuah refleksi mendalam atas konflik batin. Single ini melanjutkan momentum kembalinya Jaguar Jonze ke industri musik setelah vakum selama dua tahun, menyusul perilisan lagu Naked sebelumnya.
Eksplorasi Identitas di Antara Dua Budaya
Lahir dari percakapan personal mengenai masa kecil, Jaguar Jonze dan KIRE menemukan kesamaan pengalaman sebagai individu yang tumbuh di persimpangan berbagai budaya. Mereka kerap merasa memiliki ikatan kuat dengan budaya asal keluarga, namun di sisi lain merasa tidak sepenuhnya menjadi bagian dari tempat mana pun.
"Kami banyak berbicara tentang masa kecil dan bagaimana kami dibesarkan. Kami tidak pernah benar-benar merasa menjadi bagian dari Taiwan atau Jepang, tapi di saat yang sama juga tidak sepenuhnya merasa menjadi bagian dari Amerika Serikat maupun Australia," ungkap Jaguar Jonze.
Ia menambahkan bahwa selalu ada perasaan tidak memiliki tempat tinggal yang pasti karena tumbuh di antara identitas yang beragam.
Melalui lagu ini, keduanya mengubah rasa pengasingan tersebut menjadi sumber kekuatan. HALF DEVIL menjadi perayaan atas identitas yang kompleks, mengingatkan pendengar bahwa manusia tidak harus memilih satu sisi saja untuk menjadi utuh.
Visualisasi Estetik di Bali Utara
Melengkapi perilisannya, Jaguar Jonze juga meluncurkan video klip yang diambil di lokasi eksotis Indonesia. Video tersebut direkam di bawah cahaya bulan purnama di atas hamparan pasir vulkanik hitam sebuah desa nelayan kecil di Bali Utara. Penggunaan elemen cahaya dan bayangan dalam video ini menjadi simbolisme dari sisi terang dan gelap dalam diri manusia.
"Buatku, HALF DEVIL adalah tentang menerima bahwa setiap orang memiliki sisi malaikat sekaligus sisi iblis. Menjadi manusia berarti belajar hidup berdampingan dengan kedua sisi itu tanpa menghakiminya sebagai benar atau salah," jelas Jaguar.
Profil Singkat Jaguar Jonze
| Nama Asli | Deena Lynch |
| Latar Belakang | Ibu Taiwan, Ayah Australia (Lahir di Jepang) |
| Diskografi Utama | EP 'Diamonds & Liquid Gold', 'ANTIHERO', Album 'BUNNY MODE' (2022) |
| Pencapaian | Vogue Australia's Most Influential Women 2021, triple j Done Good Award |
| Pasar Utama Asia | Indonesia, Thailand, Singapura |
Dominasi di Pasar Asia Tenggara
Popularitas Jaguar Jonze di Asia Tenggara terus menunjukkan tren positif. Saat ini, Thailand, Indonesia, dan Singapura telah masuk dalam daftar 15 pasar streaming terbesar bagi sang musisi secara global.
Indonesia secara khusus memberikan respons yang sangat besar, terutama setelah perilisan video musik Naked yang berlokasi di Uluwatu, Bali, yang kini telah menembus hampir 350 ribu penayangan di YouTube.
Dengan rilisnya HALF DEVIL (feat. KIRE), Jaguar Jonze tidak hanya membuka babak baru dalam kariernya, tetapi juga mempertegas arah musikalnya yang semakin berani, jujur, dan mencerminkan jati dirinya yang autentik. (Z-1)

















































