Ilustrasi.(Magnific)
PEMERINTAH Israel secara resmi mencabut status perlindungan terhadap buaya Nil. Langkah ini dilaporkan sebagai upaya memuluskan rencana pembangunan fasilitas penahanan bagi warga Palestina yang dikelilingi oleh reptil buas tersebut.
Menteri Lingkungan Hidup Israel, Idit Silman, menandatangani dekrit pada Rabu (15/7) yang mengklasifikasikan ulang buaya Nil sebagai hewan liar yang dikelola secara khusus. Kategori hukum baru ini memungkinkan negara untuk memelihara hewan tersebut demi kepentingan keamanan.
Keputusan ini menyusul tekanan selama berbulan-bulan dari Menteri Keamanan Nasional, Itamar Ben Gvir. Pada Desember lalu, Ben Gvir mengusulkan pembangunan penjara yang dikelilingi buaya, terinspirasi dari pusat penahanan imigrasi kontroversial di Florida yang dijuluki Alligator Alcatraz.
Penolakan dari Pakar Hukum dan Lingkungan
Langkah Silman memicu kontroversi karena mengabaikan saran dari penasihat hukum kementeriannya sendiri serta kelompok lingkungan. Neta Drori, penasihat hukum Kementerian Lingkungan Hidup, menyatakan bahwa rencana tersebut tidak memiliki dasar hukum dan profesional yang memadai.
Layanan Penjara Israel (IPS) sempat berargumen bahwa staf mereka mampu menangani buaya karena pengalaman bekerja dengan anjing penyerang. Namun, argumen ini ditolak mentah-mentah oleh Drori.
"IPS tampaknya tidak memiliki keahlian dalam memelihara hewan liar berbahaya seperti buaya," tulis Drori dalam pendapat hukumnya. Ia menyimpulkan bahwa persyaratan hukum untuk deklarasi tersebut belum terpenuhi.
Risiko Keamanan dan Kesejahteraan Hewan
Otoritas Alam dan Taman Israel (INPA) serta berbagai organisasi lingkungan turut menyatakan keberatan keras. Mereka menilai penggunaan hewan sebagai sarana penjagaan dan pencegahan adalah tindakan yang tidak sah dan membahayakan publik maupun hewan itu sendiri.
Dalam pernyataan bersama, kelompok lingkungan menekankan bahwa buaya adalah makhluk hidup dengan kebutuhan kompleks akan ruang, air, dan suhu. Mereka juga mempertanyakan efektivitas rencana tersebut, mengingat metabolisme buaya akan melambat dan menjadi sangat lamban selama musim dingin.
"Keamanan seharusnya dicapai melalui sarana yang nyata, bukan melalui hewan," tegas pernyataan tersebut.
Provokasi Ben Gvir
Menanggapi keputusan tersebut, Itamar Ben Gvir merayakannya melalui unggahan di Facebook pada Kamis (16/7). Ia membagikan gambar hasil kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan dirinya sedang memegang buaya dengan tali kekang.
"Teroris sialan, berpikir untuk mencoba melarikan diri? Pikirkan lagi," tulis menteri yang dikenal dengan kebijakan garis kerasnya tersebut.
Sejak konflik di Gaza pecah pada Oktober 2023, kondisi warga Palestina di penjara-penjara Israel dilaporkan memburuk secara drastis. Organisasi hak asasi manusia berulang kali menuduh Israel melakukan pelecehan luas, termasuk penyiksaan dan kelaparan, di fasilitas yang mereka sebut sebagai kamp penyiksaan.
Konteks Sejarah: Buaya Nil menjadi spesies yang dilindungi di Israel sejak 2013. Sebelumnya, peternakan buaya beroperasi sebagai objek wisata sebelum beralih menjadi industri kulit akibat penurunan jumlah pengunjung. (Middle East Eye/I-2)

















































