Iran Sebut Serangan AS di Dekat Rumah Sakit Anak sebagai Kejahatan Perang

1 week ago 3
Iran Sebut Serangan AS di Dekat Rumah Sakit Anak sebagai Kejahatan Perang Iran mengecam serangan Amerika Serikat di dekat Rumah Sakit Syahid Baghaei, Ahvaz, yang memicu evakuasi 211 pasien.(AFP)

Pemerintah Iran mengecam keras serangan Amerika Serikat yang terjadi di dekat Rumah Sakit Spesialis Syahid Baghaei di Kota Ahvaz, Kamis (16/7). Insiden tersebut disebut memicu kepanikan di fasilitas kesehatan yang merawat anak-anak penderita kanker dan pasien dengan kondisi medis serius.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menilai serangan itu mengingatkan pada serangan-serangan yang dilakukan Israel terhadap rumah sakit di Jalur Gaza, Palestina.

"Serangan biadab ini, yang mengingatkan kekejaman Israel terhadap fasilitas perawatan kesehatan, menyebabkan penderitaan dan kecemasan yang hebat pada anak-anak yang dirawat di rumah sakit, dan memaksa evakuasi darurat," kata Baghaei, dilansir Al Jazeera, Jumat (17/7).

Ia menyampaikan bahwa serangan terhadap fasilitas yang berada di sekitar rumah sakit merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan.

"Ini merupakan kejahatan perang pengecut terhadap manusia yang paling tidak berdosa, anak-anak yang dengan berani berjuang untuk hidup mereka," imbuhnya.

Hal serupa disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Ia menyebut serangan Amerika Serikat sebagai kejahatan perang dan mengecam tindakan yang dinilai menyasar kawasan sipil.

Menurut Araghchi, serangan terhadap infrastruktur sipil bertentangan dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta prinsip-prinsip dasar hukum internasional.

Ia juga menyindir negara-negara yang selama ini mengecam tindakan balasan Iran, tetapi dinilai tidak bersikap sama terhadap serangan yang menimpa fasilitas kesehatan.

"Mereka yang tanpa henti mengkhotbahkan hak asasi manusia, tapi dengan sengaja menutup mata terhadap penargetan rumah sakit dan pusat kesehatan, telah kehilangan setiap sedikit kredibilitas moral," ujar Araghchi.

Dampak serangan tersebut juga dirasakan langsung oleh pihak rumah sakit. Manajemen Rumah Sakit Syahid Baghaei mengungkapkan bahwa sebanyak 211 pasien terpaksa dievakuasi demi menjaga keselamatan mereka.

Seorang anggota staf rumah sakit mengatakan sebagian besar pasien yang dipindahkan merupakan penderita penyakit berat yang membutuhkan penanganan khusus.

"Termasuk pasien kanker, yang dirawat di rumah sakit ini. Beberapa pasien (menggunakan) oksigen dan ventilator," kata staf tersebut.

Peristiwa ini semakin meningkatkan kekhawatiran bahwa konflik antara Amerika Serikat dan Iran dapat berkembang menjadi perang yang lebih luas. 

Eskalasi terbaru juga dinilai berpotensi menghambat berbagai upaya diplomasi yang sebelumnya ditempuh untuk mengakhiri konflik secara permanen.

Sebelumnya, Washington dan Teheran sempat mencapai kesepakatan gencatan senjata serta menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang mengatur penghentian pertempuran dan pelaksanaan negosiasi selama 60 hari. 

Namun, perkembangan terbaru menunjukkan ketegangan kembali meningkat sehingga masa depan proses perdamaian menjadi semakin tidak menentu. (Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |