Ilustrasi--Petugas Bank Indonesia Solo memeriksa uang rusak milik Samin akibat dimakan rayap di Kantor Bank Indonesia, Solo, Jawa Tengah, Selasa (13/9/2022).(ANTARA/Mohammad Ayudha)
RAYAP sering kali menjadi ancaman tersembunyi yang luput dari perhatian pemilik rumah. Meski berukuran kecil, serangga ini mampu menyebabkan kerusakan fatal pada struktur bangunan, perabot, hingga dokumen-dokumen penting. Kerusakan yang ditimbulkan sering kali baru disadari ketika kondisinya sudah parah.
Dosen Departemen Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) IPB University, Dr Arinana, mengungkapkan bahwa target serangan rayap tidak terbatas pada material kayu saja. Segala benda yang mengandung selulosa berisiko menjadi sumber makanan bagi hama ini.
"Kalau dokumen memang berbahan kertas, tetapi baju juga berasal dari serat yang mengandung selulosa," ujar Dr Arinana, dikutip Rabu (15/7). Ia menekankan bahwa koleksi pakaian yang disimpan terlalu lama di lemari tanpa pernah dibuka sangat rentan menjadi sasaran.
Pentingnya Sirkulasi Udara dan Cahaya
Menurut Dr Arinana, kunci utama mencegah kehadiran rayap adalah dengan menciptakan lingkungan yang tidak mereka sukai. Rayap sangat menyukai tempat yang lembap, gelap, dan minim sirkulasi udara.
Oleh karena itu, lemari atau ruang penyimpanan harus dibuka secara reguler untuk memastikan adanya pertukaran udara dan masuknya cahaya.
"Intinya harus ada sirkulasi udara dan pencahayaan sehingga rayap merasa terganggu. Jangan sampai dokumen diletakkan di situ, setahun tidak dibuka. Kondisi seperti itu sangat disukai rayap," tuturnya.
Wadah Plastik Bukan Jaminan Keamanan
Banyak orang beranggapan bahwa menyimpan dokumen atau barang berharga di dalam wadah plastik sudah cukup aman. Namun, Dr Arinana meluruskan anggapan tersebut.
Meski rayap tidak mengonsumsi plastik, mereka memiliki kemampuan untuk merusak material tersebut demi mencapai sumber makanan di dalamnya.
"Rayap itu kalau ada penghalang, dia akan merusak, tetapi tidak dimakan atau dikonsumsi. Plastik bisa dirusak agar dia mencapai isi di dalamnya," jelasnya.
Hal ini menunjukkan bahwa perlindungan fisik sederhana saja tidak cukup tanpa adanya manajemen kebersihan dan sirkulasi yang baik.
Metode Pengendalian dan Deteksi Dini
Untuk perlindungan jangka panjang, pengendalian rayap sebaiknya dilakukan secara menyeluruh, baik pada tahap pembangunan (prakonstruksi) maupun setelah bangunan berdiri (pascakonstruksi). Berikut adalah beberapa metode dan tanda serangan yang perlu diperhatikan:
| Metode Pencegahan | Pemasangan chemical barrier (penghalang kimia) di bawah bangunan dan penggunaan physical barrier berupa fondasi yang lebih tebal. |
| Tanda Serangan | Munculnya serbuk kayu di sekitar furnitur, adanya retakan pada dinding/kayu, atau suara kopong saat permukaan kayu diketuk. |
| Tindakan Rekomendasi | Melakukan pemeriksaan rutin secara mandiri dan segera melakukan penanganan profesional jika ditemukan indikasi awal. |
Dr Arinana mengingatkan masyarakat bahwa deteksi dini jauh lebih efektif dan ekonomis dibandingkan harus menangani kerusakan struktur yang sudah terlanjur parah. Dengan menjaga rumah tetap kering dan memastikan sirkulasi udara berjalan baik, risiko kerugian akibat rayap dapat diminimalisasi secara signifikan. (Z-1)

















































