Pelatih tim nasional Inggris, Thomas Tuchel.(Dok. Antara)
PELATIH tim nasional Inggris, Thomas Tuchel, kini hanya berjarak dua pertandingan lagi untuk mewujudkan ambisi besar Federasi Sepak Bola Inggris (FA) meraih gelar juara Piala Dunia 2026. The Three Lions dijadwalkan menghadapi Argentina pada laga semifinal yang akan berlangsung di Atlanta Stadium, Kamis (16/7).
Langkah Inggris ke babak empat besar dipastikan setelah kemenangan tipis 2-1 atas Norwegia di perempat final. Meski berhasil melaju, Tuchel secara terbuka menyatakan ketidakpuasannya terhadap performa anak asuhnya. "Hasilnya luar biasa. Masuk empat besar sangat luar biasa, tetapi saya tidak senang dengan penampilan kami," ujar pelatih asal Jerman tersebut sebagaimana dikutip dari AFP.
Kritik tajam Tuchel tersebut memicu reaksi dingin dari bintang muda Jude Bellingham. Gelandang Real Madrid yang memborong dua gol kemenangan Inggris itu tampak enggan menanggapi serius komentar sang pelatih.
"Terserah, terserah," cetus Bellingham singkat setelah melakoni laga melelahkan selama 120 menit di tengah cuaca panas Miami.
Ketegangan kecil ini menambah dinamika hubungan Tuchel dan Bellingham yang selama ini dinilai tidak selalu mulus. Namun, reputasi Tuchel sebagai pelatih yang vokal dan berani mengambil risiko tetap menjadi tumpuan FA. Sejak ditunjuk menggantikan Gareth Southgate pada akhir 2024, Tuchel membawa misi tunggal: menyematkan "bintang kedua" di atas lambang Inggris.
Keputusan berani Tuchel sempat menuai sorotan saat ia mencoret nama-nama besar seperti Cole Palmer dan Trent Alexander-Arnold dari skuad. Namun, strategi tersebut terbukti efektif. Peran pemain pengganti seperti Anthony Gordon yang mencetak dua assist saat melawan Republik Demokratik Kongo, serta fleksibilitas taktis saat menang 3-2 dengan 10 pemain di laga berikutnya, menunjukkan tangan dingin sang manajer.
Tuchel, yang mulai menangani Inggris pada Januari 2025, awalnya hanya dikontrak selama 18 bulan. Namun, keberhasilannya membawa stabilitas dan hasil nyata membuat FA memberikan perpanjangan kontrak hingga Piala Eropa 2028. Kini, fokus utama Tuchel adalah melewati hadangan Argentina demi tiket final melawan pemenang laga Prancis vs Spanyol.
Walaupun Inggris dianggap belum tampil konsisten sepanjang turnamen, kemampuan mereka menemukan cara untuk menang menjadi modal krusial. Jika mampu memenangi dua laga sisa, Tuchel akan tercatat dalam sejarah sebagai pelatih pertama yang membawa Inggris juara dunia sejak 1966. (AFP/Z-10)

















































