Indonesia Perkuat Hilirisasi Lewat Inovasi Teknologi dan Pengembangan Talenta Industri

1 week ago 11
Indonesia Perkuat Hilirisasi Lewat Inovasi Teknologi dan Pengembangan Talenta Industri Ilustrasi(Dok Istimewa)

UPAYA mempercepat hilirisasi industri mineral nasional terus diperkuat melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan sektor industri. Universitas Brawijaya (UB) menjajaki kerja sama strategis bersama CNGR Indonesia dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) guna mendorong inovasi teknologi, pengembangan riset, serta menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu mendukung ketahanan energi dan industri mineral Indonesia.

Penjajakan kerja sama tersebut berlangsung dalam rangkaian kunjungan kerja selama dua hari di Kampus Universitas Brawijaya, Malang. Pertemuan diawali dengan audiensi antara Rektor Universitas Brawijaya Prof Widodo bersama jajaran pimpinan universitas dengan perwakilan Kementerian ESDM dan CNGR Indonesia untuk membahas arah kolaborasi jangka panjang.

Audiensi tingkat tinggi itu dihadiri Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Internasionalisasi UB Prof Andi Kurniawan serta Sekretaris Direktorat Kerja Sama UB P M Erza Killian. Dari Kementerian ESDM hadir Moch Syamsul Hadi selaku perwakilan Sekretaris Jenderal ESDM sekaligus Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional. Rektor Universitas Brawijaya Prof Widodo menegaskan kemitraan antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri menjadi faktor penting agar hasil riset tidak berhenti di laboratorium, melainkan dapat diimplementasikan untuk mendukung pembangunan nasional.

"Universitas Brawijaya menjajaki pembukaan program studi baru yang berfokus pada advanced materials atau teknologi material maju guna menjawab kebutuhan industri hilirisasi," ujar Prof Widodo, Kamis (15/7/2026).

Selain memperkuat kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri, Universitas Brawijaya juga memaparkan rencana pengembangan kampus baru di Kepanjen, Kabupaten Malang. Kampus tersebut diproyeksikan menjadi pusat pendidikan berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) guna memperkuat ekosistem riset, inovasi, dan pengembangan teknologi.

Pada hari kedua, pembahasan dilanjutkan melalui rapat koordinasi yang melibatkan berbagai fakultas dan program studi di lingkungan Universitas Brawijaya. Forum tersebut membahas peluang kerja sama jangka panjang yang mencakup pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, mulai dari pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.

Sebagai tindak lanjut, Universitas Brawijaya bersama CNGR Indonesia akan membentuk satuan tugas lintas disiplin untuk menyusun peta jalan (road map) implementasi kerja sama yang ditargetkan mulai berjalan pada paruh kedua 2026. Tim teknis juga mulai menyiapkan draf Memorandum of Understanding (MoU) serta konsep program Community Development.

Perwakilan Sekretaris Jenderal ESDM sekaligus Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional Moch Syamsul Hadi menegaskan pemerintah mendukung penguatan kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan industri sebagai bagian dari strategi mempercepat hilirisasi nasional.

"Dalam waktu dekat, ketiga pihak berencana menandatangani MoU tripartit di Kementerian ESDM sebagai langkah awal memperkuat inovasi teknologi, pengembangan SDM, dan percepatan hilirisasi industri mineral di Indonesia," kata Syamsul Hadi.

Ia berharap kolaborasi tersebut mampu mempercepat lahirnya inovasi yang dapat diimplementasikan di sektor industri sekaligus menghasilkan talenta yang sesuai kebutuhan transformasi industri nasional.
"Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku usaha menjadi fondasi penting dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral serta memperkuat daya saing Indonesia di tengah persaingan industri global," pungkasnya. (H-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |