Ilustrasi(Magnific.com)
Mamografi selama ini dikenal luas sebagai prosedur medis standar untuk mendeteksi dini tanda-tanda kanker payudara. Namun, pemeriksaan rutin ini ternyata menyimpan potensi informasi kesehatan lain yang tak kalah krusial, yakni petunjuk mengenai risiko penyakit jantung dan stroke pada perempuan.
Temuan ini berkaitan erat dengan breast arterial calcification (BAC) atau kalsifikasi arteri payudara. Kondisi ini ditandai dengan adanya penumpukan kalsium pada lapisan dinding arteri di jaringan payudara yang dapat tertangkap dengan jelas melalui citra mamografi.
Berdasarkan laporan yang dikutip dari American Heart Association (AHA), keberadaan BAC memiliki korelasi kuat dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, khususnya pada perempuan yang telah memasuki masa menopause.
Kalsifikasi Arteri dalam Hasil Mamografi
Penting untuk dipahami bahwa BAC berbeda dengan jenis kalsifikasi lain yang biasanya menjadi indikator kanker payudara. Kalsifikasi arteri muncul sebagai area putih pada pembuluh darah payudara dan umumnya bersifat non-kanker.
Dalam sebuah studi, peneliti menganalisis data lebih dari 5.000 perempuan pascamenopause berusia 60–79 tahun yang menjalani mamografi. Para peserta dipantau selama kurang lebih 6,5 tahun untuk melihat perkembangan kondisi kesehatan mereka terkait serangan jantung, stroke, gagal jantung, hingga penyakit kardiovaskular lainnya.
Hasil penelitian menunjukkan data yang signifikan:
- Perempuan dengan temuan BAC pada hasil mamografi memiliki risiko 51 persen lebih tinggi mengalami penyakit jantung atau stroke dibandingkan mereka yang tidak memilikinya.
- Terdapat peningkatan risiko sebesar 23 persen untuk penyakit kardiovaskular secara keseluruhan, termasuk gagal jantung dan penyakit arteri perifer.
Bukan Pengganti Diagnosis Jantung
Meski memberikan data yang berharga, para ahli menekankan bahwa temuan BAC pada mamografi tidak serta-merta menggantikan pemeriksaan jantung spesifik. Kalsifikasi tersebut lebih tepat dipandang sebagai penanda risiko (risk marker) awal, bukan sebuah diagnosis final penyakit jantung.
Penelitian lain yang dirilis AHA pada 2023 memperkuat temuan ini. Dari 1.216 perempuan berusia 40–75 tahun yang diamati selama satu dekade, sekitar 21 persen perempuan dengan BAC mengalami kejadian kardiovaskular, berbanding terbalik dengan hanya 11 persen pada kelompok tanpa BAC.
Peluang Peringatan Dini
Para peneliti melihat fenomena ini sebagai peluang besar untuk memperkuat sistem pencegahan penyakit jantung pada perempuan. Keuntungannya, informasi mengenai BAC dapat diperoleh secara cuma-cuma dari pemeriksaan mamografi rutin yang memang sudah dilakukan oleh banyak perempuan.
Catatan Penting: Tidak adanya BAC bukan berarti seseorang sepenuhnya bebas dari risiko jantung. Faktor risiko konvensional seperti tekanan darah, kadar kolesterol, diabetes, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, berat badan, dan usia tetap menjadi variabel utama yang wajib diperhatikan.
Jika hasil mamografi Anda menunjukkan adanya kalsifikasi arteri payudara, temuan tersebut dapat menjadi dasar yang kuat untuk mendiskusikan langkah preventif kesehatan jantung lebih lanjut dengan tenaga medis profesional.













































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4951307/original/044250400_1727138623-IMG_20240923_215315.jpg)



