Ilustrasi(Magnific)
HARAPAN hidup pasien kanker terus menunjukkan peningkatan seiring berkembangnya teknologi medis dan metode pengobatan yang semakin presisi. Kondisi ini memberikan peluang yang lebih besar bagi pasien untuk menjalani hidup lebih lama setelah didiagnosis mengidap kanker.
Pakar Onkologi Parkway Cancer Centre Singapura, Dr. See Hui Ti, mengatakan peningkatan angka kasus kanker tidak selalu berbanding lurus dengan meningkatnya angka kematian. Menurutnya, kemajuan terapi membuat banyak pasien kini mampu bertahan hidup hingga lebih dari 10 tahun setelah diagnosis.
"Jumlah kasus kanker memang meningkat, tetapi harapan hidup pasien juga terus bertambah berkat perkembangan terapi dan teknologi medis. Banyak pasien dapat hidup lebih dari 10–15 tahun setelah diagnosis, karena adanya pengobatan yang semakin presisi," katanya dikutip dari laman Antara.
Menurut See Hui Ti, perkembangan pengobatan kanker saat ini memungkinkan dokter memberikan terapi yang lebih tepat sasaran sesuai karakteristik penyakit pada masing-masing pasien. Pendekatan tersebut membuat pengobatan menjadi lebih efektif sekaligus meningkatkan kualitas hidup pasien dalam jangka panjang.
Obesitas Tingkatkan Risiko Sejumlah Jenis Kanker
Meski peluang hidup pasien semakin baik, See Hui Ti mengingatkan pencegahan tetap menjadi langkah paling penting. Salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian adalah obesitas dan tingginya kadar insulin, yang diketahui berkaitan dengan meningkatnya risiko berbagai jenis kanker.
Ia menyebutkan beberapa kanker yang memiliki hubungan dengan kondisi tersebut, antara lain kanker payudara, kanker rahim, kanker usus besar (kolon), kanker lambung, kanker prostat, hingga kanker ginjal.
Karena itu, ia mendorong masyarakat untuk menjaga berat badan tetap ideal melalui pola makan bergizi seimbang. Bagi perempuan, langkah tersebut juga berperan dalam membantu menurunkan risiko kanker payudara.
See Hui Ti menjelaskan bahwa perempuan yang mengalami obesitas dapat memperoleh manfaat kesehatan dengan menurunkan berat badan hingga mencapai kisaran normal. Namun, ia mengingatkan bahwa setiap orang memiliki target berat badan ideal yang berbeda sehingga tidak perlu memaksakan diri menjadi terlalu kurus.
"Menurunkan berat badan dari obesitas ke berat badan normal dapat membantu memperbaiki kondisi. Namun, orang yang sudah memiliki berat badan normal tidak perlu menjadi terlalu kurus, karena berat badan ideal berbeda pada setiap orang, yang dipengaruhi faktor genetik dan bentuk tubuh alami," ujarnya.
Ia juga menjelaskan pengelolaan berat badan perlu disesuaikan dengan usia, terutama sebelum dan sesudah menopause.
"Berat badan yang dianjurkan berbeda sebelum dan sesudah menopause, sehingga pengelolaannya perlu disesuaikan dengan usia dan kondisi masing-masing perempuan. Jika Anda di bawah 50 tahun, tidak perlu terlalu kurus, tetapi jika Anda sudah melewati batas usia 50 tahun, lebih kurus akan lebih baik," tuturnya.
Peran Penting Vaksin HPV dan Kesehatan Mental
Selain menjaga berat badan, See Hui Ti menekankan pentingnya pencegahan kanker serviks melalui vaksinasi Human Papillomavirus (HPV). Ia mengimbau para orangtua untuk memanfaatkan program vaksinasi HPV yang telah dianjurkan pemerintah guna melindungi anak-anak mereka dari risiko kanker serviks di masa depan.
Di sisi lain, ia juga menyoroti pentingnya menjaga kondisi psikologis pasien kanker. Berdasarkan pengalaman klinisnya, stres yang berlangsung dalam waktu lama dapat memengaruhi proses penyembuhan dan meningkatkan risiko kanker kembali kambuh.
"Faktor stres yang sering ditemukan berasal dari konflik rumah tangga, perselingkuhan pasangan, masalah keluarga, gangguan kesehatan mental anggota keluarga, hingga tekanan emosional jangka panjang. Oleh karena itu, dokter tidak hanya memberikan terapi medis, tetapi juga banyak membantu pasien mengelola kondisi psikologisnya," tuturnya.
Menurut See Hui Ti, penanganan kanker saat ini tidak hanya berfokus pada pemberian obat atau tindakan medis, tetapi juga menerapkan pendekatan yang lebih menyeluruh. Dukungan psikologis, pengelolaan stres, pola makan sehat, menjaga berat badan ideal, serta pencegahan melalui vaksinasi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup sekaligus memperpanjang harapan hidup pasien kanker. (Antara/Z-2)

















































