Poster film Kartini(Instagram @tatahjepara)
SUTRADARA film biopik Kartini, Hanung Bramantyo, membawa pesan mendalam melalui karya garapannya yang diputar dalam rangkaian pameran TATAH. Hanung berharap film tersebut tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi mampu menjadi inspirasi bagi perempuan Indonesia untuk berdaya dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitar.
Dalam keterangannya di Jakarta, Senin (14/7), Hanung mengungkapkan bahwa versi film yang diputar dalam pameran TATAH memiliki perbedaan dibandingkan versi yang pernah tayang di bioskop maupun platform digital. Perbedaan ini sengaja dihadirkan untuk menonjolkan sisi lain dari perjuangan sang pahlawan asal Jepara tersebut.
"Yang menarik dari Kartini adalah perjuangannya bukan hanya melahirkan kesetaraan, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi bagi perempuan dan masyarakat di sekitarnya," ujar Hanung.
Relevansi Pemberdayaan dan Fungsi Film
Hanung menjelaskan bahwa melalui surat-suratnya, Kartini secara eksplisit mendorong perempuan untuk berkarya dan mengasah keterampilan. Tujuannya jelas: meningkatkan kesejahteraan keluarga. Menurut Hanung, aspek ini sangat relevan dengan tantangan pemberdayaan perempuan di era modern saat ini.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa film seharusnya berfungsi sebagai pemantik rasa ingin tahu, bukan satu-satunya sumber pengetahuan. "Film memberi rangsangan kepada penonton untuk kemudian mencari literatur, membaca buku, atau mempelajari sejarah lebih dalam. Karena itu, film, pameran, perpustakaan, dan ruang budaya seharusnya saling terintegrasi," tambahnya.
| Versi Film | Versi khusus pameran TATAH (berbeda dari bioskop/digital). |
| Fokus Perjuangan | Kesetaraan gender dan penciptaan dampak ekonomi masyarakat. |
| Visi Integrasi | Menghubungkan film dengan pameran, perpustakaan, dan ruang budaya. |
| Harapan untuk Jepara | Pelestarian kawasan bersejarah dan identitas "Bumi Kartini". |
Jepara sebagai Pusat Peradaban Kartini
Hanung juga menitipkan pesan kepada Pemerintah Kabupaten Jepara untuk terus menjaga karakter kota sebagai "Bumi Kartini". Ia menilai Jepara memiliki kekuatan sejarah unik yang tidak dimiliki daerah lain. Pembangunan daerah diharapkan tetap mempertahankan ciri khas lokal agar jejak kehidupan Kartini tetap terasa nyata bagi masyarakat maupun wisatawan.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar menegaskan bahwa sosok Kartini adalah simbol keberanian berpikir dan semangat belajar. Bagi warga Jepara, Kartini merupakan fondasi dalam membuka ruang kesempatan yang setara.
"Bagi masyarakat Jepara, Kartini adalah semangat untuk terus hidup, terus belajar, berpikir merdeka, dan membuka kesempatan bagi semua," kata Ibnu Hajar.
Ia menambahkan bahwa semangat Kartini kini diimplementasikan dalam berbagai program pembangunan di Jepara, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan hingga pengembangan kreativitas masyarakat yang adaptif terhadap zaman. Ibnu Hajar juga mengajak masyarakat luas untuk berkunjung ke Jepara guna menyaksikan langsung warisan sejarah sang pahlawan. (Ant/Z-1)

















































