Ilustrasi(Anadolu )
ITALIA kini tengah memasuki fase paling intens dari gelombang panas ketiga sepanjang tahun ini. Suhu udara di wilayah Sardinia diprediksi akan menembus angka 45 derajat Celsius pada Jumat mendatang, memicu kekhawatiran serius terkait kekeringan parah dan krisis pasokan air bersih di berbagai wilayah.
Kantor berita ANSA melaporkan pada Selasa bahwa otoritas setempat telah memperluas cakupan wilayah siaga darurat. Peringatan cuaca ekstrem berbahaya kini mencakup sebagian besar kawasan tengah dan selatan Italia. Jumlah kota yang masuk dalam kategori Siaga Merah—tingkat bahaya tertinggi—melonjak dari dua kota pada Senin menjadi empat kota pada Selasa (Brescia, Turin, Florence, dan Perugia). Setidaknya tujuh kota, termasuk Bologna, Frosinone, dan Roma, diperkirakan akan menyusul masuk dalam kategori risiko tertinggi ini pada Rabu besok.
Fenomena Cuaca Luar Biasa
Pakar meteorologi memprediksi suhu udara di sebagian besar wilayah tengah dan selatan Italia akan berkisar antara 39°C hingga 41°C. Federico Brescia, seorang ahli meteorologi, mengungkapkan bahwa panas ekstrem ini bahkan telah menaikkan batas titik beku (freezing level) hingga di atas ketinggian 5.000 meter. Ia menyebut fenomena pemanasan tersebut sebagai kondisi yang "luar biasa."
Di Florence, status siaga merah telah diberlakukan sejak 8 Juli dan diperkirakan bertahan setidaknya hingga Rabu. Pemerintah kota melaporkan suhu berkisar antara 37°C hingga 39°C, dengan hawa panas menyengat yang sudah terasa sejak dini hari. Sementara itu, kota-kota lain seperti Genoa dan Verona masih berada di bawah status siaga oranye, yang menandakan risiko kesehatan bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.
Krisis Air Bersih di Utara
Dampak gelombang panas tidak hanya dirasakan di wilayah selatan. Di bagian utara Italia, wilayah Piedmont sedang berjuang melawan krisis air bersih yang parah akibat panas berkepanjangan dan minimnya curah hujan. Kondisi ini memaksa otoritas regional meminta bantuan pasokan air dari wilayah tetangga, termasuk Lembah Aosta dan Kanton Ticino di Swiss, demi menyelamatkan sektor pertanian.
Sekitar 100 munisipalitas di Piedmont telah memberlakukan pembatasan penggunaan air minum. Di daerah pegunungan, sejumlah kelompok masyarakat kini terpaksa bergantung sepenuhnya pada pasokan air yang dikirim melalui truk tangki.
Dampak Sosial dan Keselamatan Kerja
Suhu ekstrem ini juga memicu ketegangan di sektor ketenagakerjaan. Di Florence, para kurir pengantar makanan dari platform Glovo dan Deliveroo berencana menggelar aksi mogok kerja pada Rabu. Aksi ini merupakan bentuk protes atas "kondisi kerja yang mustahil" akibat panas yang membahayakan nyawa.
Respons Otoritas: Menanggapi situasi yang kian memburuk, beberapa wilayah di Italia mulai menerapkan larangan resmi untuk bekerja di luar ruangan selama jam-jam terpanas di siang hari guna mencegah jatuhnya korban jiwa akibat heatstroke.
Hingga saat ini, pemerintah terus memantau perkembangan cuaca dan mengimbau warga untuk tetap berada di dalam ruangan serta menghemat penggunaan air di tengah krisis yang meluas. (Anadolu/Ant/I-1)

















































