Penyerang AS, Folarin Balogun.(Dok. BBC)
PENYERANG tim nasional Amerika Serikat, Folarin Balogun, akhirnya angkat bicara mengenai keputusan kontroversial FIFA yang menangguhkan sanksi larangan bermainnya di babak gugur Piala Dunia 2026. Balogun mengakui bahwa langkah otoritas sepak bola tertinggi dunia tersebut memicu perdebatan luas di kalangan publik dan pecinta sepak bola.
Kontroversi ini bermula ketika Balogun dijatuhi kartu merah langsung dalam laga fase grup melawan Bosnia dan Herzegovina pada 1 Juli 2026. Pemain Arsenal tersebut terbukti melakukan pelanggaran keras dengan menginjak pergelangan kaki bek lawan, Tarik Muharemovic. Secara regulasi, kartu merah tersebut seharusnya membuat Balogun absen secara otomatis dalam satu pertandingan berikutnya.
Intervensi Politik dan Pasal 27 Kode Disiplin
Namun, situasi berubah drastis hanya beberapa hari sebelum laga krusial di babak 16 besar. FIFA secara mengejutkan mengumumkan penangguhan sanksi Balogun dengan masa percobaan selama satu tahun. Keputusan ini diambil setelah adanya komunikasi langsung antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Dalam keterangannya, FIFA berdalih bahwa langkah tersebut mengacu pada Pasal 27 Kode Disiplin FIFA. Meski memiliki dasar hukum internal, keputusan ini tetap dianggap sebagai salah satu skandal terbesar dalam sejarah turnamen karena adanya indikasi intervensi politik dalam ranah disiplin olahraga.
Reaksi Balogun dan Skuad Amerika Serikat
Berbicara kepada CBS Mornings, Balogun mengungkapkan perasaan campur aduknya saat mengetahui dirinya diizinkan kembali merumput. Ia tidak menampik bahwa keputusan tersebut sangat tidak biasa.
"Awalnya saya tentu senang bisa kembali ke tim dan membantu rekan-rekan. Namun, di sisi lain, saya sadar betul bahwa keputusan itu akan memicu banyak kontroversi," ujar Balogun.
Ia juga menceritakan momen dramatis saat tim nasional AS menerima kabar tersebut. "Kami sempat menjalani beberapa hari yang membingungkan tanpa kepastian. Kami baru mengetahui keputusan final itu saat berada di bus tim. Seketika semua orang berteriak dan bersorak," tambahnya.
Hasil Pahit di Babak 16 Besar
Meski kehadiran Balogun diharapkan mampu memberikan dampak instan bagi lini serang The Stars & Stripes, hasil di lapangan berkata lain. Kehadiran sang penyerang tidak mampu menyelamatkan Amerika Serikat dari dominasi Belgia.
Dalam laga babak 16 besar tersebut, Amerika Serikat harus mengakui keunggulan Belgia dengan skor telak 1-4. Kekalahan ini sekaligus mengakhiri perjalanan tuan rumah di Piala Dunia 2026, meski mereka sempat mendapatkan "keuntungan" dari keputusan FIFA yang hingga kini masih terus diperdebatkan oleh komunitas sepak bola internasional. (CNA/Z-10)

















































