Peluncuran Festival Pahlawan Anak(MI/HO)
INDONESIA terus mencatatkan kemajuan signifikan dalam pemenuhan hak anak, mencakup aspek hak sipil, pengasuhan keluarga, kesehatan, pendidikan dasar, hingga perlindungan khusus. Namun, di balik capaian tersebut, tantangan besar masih membayangi masa depan generasi muda bangsa, yang memerlukan komitmen serta kolaborasi lintas sektor yang lebih kuat.
Data Profil Anak Indonesia 2025 yang dirilis Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menunjukkan potret realitas yang memerlukan perhatian serius. Berikut adalah ringkasan indikator tantangan anak di Indonesia sepanjang tahun 2025:
| Ketertinggalan Pembelajaran | 29,8 Juta Anak |
| Prevalensi Stunting | 19,8% |
| Kasus Kekerasan Seksual (SIMFONI-PPA) | > 15.300 Kasus |
| Kasus Kekerasan Fisik (SIMFONI-PPA) | 12.160 Kasus |
| Kejadian Bencana Alam | 4.727 Kejadian |
Ironisnya, data SIMFONI-PPA juga mengungkap bahwa 60,1% kasus kekerasan justru terjadi di lingkungan rumah, yang seharusnya menjadi ruang paling aman bagi tumbuh kembang anak.
Lima Dekade Dedikasi Save the Children
Sejak hadir di Indonesia pada 1976, Save the Children telah bekerja selama lima dekade untuk mendorong pemenuhan hak anak. Fokus organisasi ini mencakup kesehatan, gizi, pendidikan, hingga peningkatan resiliensi terhadap bencana. Berbagai advokasi kebijakan telah membuahkan hasil nyata, seperti:
- Pengasuhan Berbasis Keluarga: Mendukung lahirnya Permensos No. 30/HUK/2011 dan PP No. 44 Tahun 2017.
- Kesehatan Publik: Kampanye "Stop Pneumonia" (2019–2022) yang berhasil mendorong Kemenkes memasukkan vaksin PCV ke imunisasi dasar, berpotensi menyelamatkan 10.000 balita per tahun.
- Partisipasi Anak: Pembentukan Children and Youth Advisory Network (CYAN) untuk isu perubahan iklim dan keamanan digital.
- Penguatan Lokal: Transformasi Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) menjadi Lembaga Ketahanan Desa (LKD).
CEO Save the Children Indonesia, Dessy Kurwiany Ukar, menegaskan bahwa kolaborasi adalah kunci utama.
"Selama 50 tahun, kami belajar bahwa perubahan bermakna lahir dari kerja bersama. Keberpihakan terhadap anak tidak boleh berhenti pada komitmen, tapi harus diwujudkan melalui aksi konkret dan berkelanjutan," ujarnya.
Festival Pahlawan Anak 2026
Sebagai bentuk perayaan sekaligus gerakan kolaboratif, Save the Children Indonesia akan menggelar Festival Pahlawan Anak pada 13–16 Agustus 2026 di Gandaria City, Jakarta. Acara ini dirancang sebagai ruang interaktif bagi masyarakat untuk belajar dan berdialog mengenai penciptaan lingkungan yang inklusif bagi anak.
Penyelenggaraan festival ini didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pakuwon Group, serta Narasi sebagai mitra media. Sejumlah tokoh publik seperti Maudy Ayunda dan Najwa Shihab turut memberikan dukungan, didampingi jajaran Festival Advisor dari berbagai latar belakang industri kreatif dan profesional, mulai dari Angga Sasongko hingga Tom Tandio.
Momentum emas 50 tahun ini diharapkan menjadi titik tolak bagi seluruh elemen bangsa untuk memperluas ekosistem yang benar-benar berpihak pada kepentingan terbaik setiap anak di Indonesia. (Z-1)

















































