Ilustrasi - Kapal kargo komersial dan tanker minyak mentah sedang berlabuh di Teluk Oman.(Dok. Ant/Anadolu/Shady Alassar.)
PERUSAHAAN logistik multinasional asal Dubai, Dubai Port World (DP World), berencana membangun pelabuhan dan terminal kontainer baru di pesisir timur Uni Emirat Arab (UEA). Langkah strategis ini diambil guna menghindari ketergantungan pada rute Selat Hormuz di tengah eskalasi konflik yang kian memanas di kawasan Timur Tengah.
Berdasarkan laporan Financial Times pada Senin (13/7), proyek pelabuhan serbaguna tersebut saat ini sedang dalam tahap pembahasan untuk ditempatkan di kawasan pesisir Fujairah. Lokasi ini dinilai strategis karena memberikan akses langsung ke Samudra Hindia tanpa harus melewati Selat Hormuz yang rawan gangguan.
Dampak Penurunan Aktivitas di Jebel Ali
Urgensi pembangunan pelabuhan baru ini muncul setelah aktivitas di Jebel Ali, yang merupakan pelabuhan kontainer terbesar di kawasan tersebut, dilaporkan merosot tajam hingga 90-95 persen. Penurunan drastis ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan militer dan keamanan di jalur transit utama Timur Tengah, yang memaksa perusahaan logistik mencari rute alternatif yang lebih aman.
Pihak DP World saat ini tengah mendiskusikan ketentuan awal dengan pejabat pemerintah setempat. Meski demikian, kesepakatan mengenai struktur organisasi dan skema pembiayaan proyek tersebut belum mencapai titik final.
"Kami memang memiliki rencana sendiri dan telah sangat aktif mengkaji wilayah pantai timur. Ini merupakan langkah antisipatif jika terjadi masalah lebih lanjut," ujar seorang pejabat senior sebagaimana dikutip dari Sputnik.
Meskipun DP World menolak memberikan rincian spesifik mengenai detail proyek, perusahaan mengonfirmasi bahwa diversifikasi operasi sedang disusun untuk memitigasi berbagai gangguan logistik di masa depan.
Ketegangan di Selat Hormuz
Situasi di Selat Hormuz semakin kompleks setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Senin (13/7). Trump menyatakan bahwa AS akan bertindak sebagai "penjaga" jalur air tersebut dan berencana membebankan biaya penggantian sebesar 20 persen dari nilai kargo yang melintas.
Selain itu, Trump menegaskan niatnya untuk memberlakukan kembali blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan di Iran, yang diprediksi akan semakin meningkatkan risiko pelayaran di kawasan tersebut.
Sebagai informasi, DP World merupakan raksasa operator pelabuhan global yang bermarkas di Dubai, UEA. Hingga saat ini, perusahaan tersebut telah mempekerjakan lebih dari 126.000 orang di berbagai belahan dunia. (Ant/Sputnik/H-3)

















































