DPRD Jabar Tolak Wacana SPP Sekolah Negeri Dihidupkan Lagi

1 week ago 10
DPRD Jabar Tolak Wacana SPP Sekolah Negeri Dihidupkan Lagi Wakil Ketua DPRD Jawa Barar Ono Surono(MI/Bayu Anggoro)

WAKIL Ketua DPRD Jawa Barat Ono Surono menolak wacana pemberlakuan kembali Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) di sekolah negeri. Ia mendesak pemerintah untuk tetap konsisten menjamin hak masyarakat dalam mengakses pendidikan gratis selama 12 tahun tanpa beban biaya tambahan.

Penolakan ini muncul sebagai respons atas usulan penarikan iuran yang ditargetkan bagi orang tua siswa dalam kategori status sosial ekonomi desil 6 hingga desil 10. Ono menilai pendekatan berbasis desil tersebut tidak tepat karena validitas data kesejahteraan masyarakat di lapangan masih sering bermasalah.

Ono menyoroti bahwa pengelompokan masyarakat ke dalam desil 6 hingga 10 tidak secara otomatis mencerminkan kemampuan ekonomi yang kuat. Menurutnya, banyak fakta di lapangan menunjukkan warga yang dianggap mampu justru sebenarnya masih kesulitan secara finansial.

"Belum tentu masyarakat yang masuk kategori desil 6 sampai desil 10 benar-benar memiliki kemampuan ekonomi yang kuat. Terlebih faktanya, masih banyak warga kurang mampu yang tidak menerima bantuan sosial atau bahkan BPJS-nya dinonaktifkan karena persoalan validitas data," ujar Ono Surono di Bandung, Jumat (17/7/2026).

DPRD Jawa Barat menegaskan bahwa keterbatasan fasilitas sekolah tidak boleh dijadikan alasan atau pembenaran untuk memungut kembali SPP dari wali murid. Ono mengingatkan adanya amanat undang-undang yang mewajibkan pemerintah pusat maupun daerah mengalokasikan minimal 20 persen anggaran untuk sektor pendidikan.

"Menurut saya, yang harus menjadi fokus adalah bagaimana APBD Provinsi Jabar dapat memenuhi seluruh kebutuhan sekolah negeri tanpa sedikit pun membebankan biaya kepada kantong masyarakat," tegasnya.

Selain memperjuangkan sekolah negeri, Ono juga mendorong Pemprov Jabar untuk memperbesar porsi bantuan dan insentif bagi sekolah swasta. Langkah ini dinilai krusial agar sekolah swasta dapat meningkatkan kualitas fasilitas belajar mereka tanpa harus membebankan biaya tinggi kepada para wali murid. (Ant/H-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |