Diuji FBI hingga BI, Polda Metro Pastikan Emas dan Uang Sitaan Kasus Febrie Adriansyah Asli

1 week ago 13
Diuji FBI hingga BI, Polda Metro Pastikan Emas dan Uang Sitaan Kasus Febrie Adriansyah Asli Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto (tengah) didampingi Direktur Penindakan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri Brigjen Pol Robertus Yohanes De Deo (kiri) dan Dirreskrimsus(Antara)

KABID Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto memastikan bahwa barang bukti berupa emas dan mata uang asing maupun domestik yang disita dalam kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menyeret mantan Jampidsus Febrie Adriansyah merupakan aset asli. 

Budi mengungkapkan bahwa penyidik telah menggandeng PT Pegadaian (Persero) untuk memeriksa kualitas logam mulia yang menjadi barang bukti. Hasilnya, seluruh emas sitaan tersebut dinyatakan valid dan bukan logam tiruan.

"Intinya emas itu asli dari hasil uji oleh Pegadaian," ujar Budi kepada wartawan di Jakarta, Jumat (17/7).

Selain emas, barang bukti berupa uang tunai dalam bentuk mata uang asing, khususnya Dolar Amerika Serikat (USD), juga telah melewati proses verifikasi dan penelitian oleh otoritas keamanan federal Amerika Serikat, termasuk Biro Investigasi Federal (FBI) dan United States Secret Service (USSS).

"Terus US dollar juga dari United States Secret Service dan FBI menyatakan ada suratnya, genuine, asli," kata Budi.

Validasi serupa juga dilakukan terhadap barang bukti pecahan mata uang Rupiah. Berdasarkan hasil penelitian dari Bank Indonesia (BI), seluruh uang Rupiah yang disita penyidik dipastikan legal dan asli.

Kendati demikian, pihak kepolisian saat ini masih menunggu satu dokumen sisa untuk memastikan keaslian barang bukti dalam pecahan Dolar Singapura (SGD). Penyidik masih mengoordinasikan penerbitan surat konfirmasi dari otoritas terkait terkait mata uang tersebut.

"Terus rupiah dari BI juga itu asli. Nah, tinggal surat yang dari PLT terkait tentang SGD. Tapi secara umum asli itu. Nanti saya sampaikan detailnya," pungkas Budi.

Sebelumnya, Kortas Tipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro melakukan penggeledahan di 12 lokasi terkait kasus dugaan korupsi dan TPPU yang menyeret mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Pada operasi penindakan di kafe de’Clan Signature, polisi menemukan brankas tersembunyi. 

Dalam brankas tersebut ditemukan uang SGD 3.130.000 dalam pecahan SGD 100 dan sebanyak USD 889.965, serta Rp 259.159.000. Bila dikonversi dalam rupiah, total uang itu mencapai Rp60 miliar. 

Sementara di Sentul, hasil penggeledahan rumah yang beralamat di Parahyangan Golf 2 ditemukan emas batangan dan uang dalam brankas yang tersembunyi.

Dalam brankas terkunci itu ditemukan tujuh koper. Pertama 74 kilogram emas batangan. Kemudian US$4.767.300. Kemudian S$14.083.800. Kemudian Rp100 juta. Estimasi total dalam rupiah senilai 476 miliar. (E-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |