Tidak hanya fokus mendatangkan pemain asing berkualitas, tim berjuluk Bajol Ijo tersebut juga memberikan ruang bagi pemain muda potensial untuk mengasah kemampuan bersama skuad utama. Kali ini, penyerang muda Dava Yunna Adi Putra mendapatkan kesempatan em(Dok. Istimewa)
PERSEBAYA Surabaya terus menunjukkan komitmennya dalam pengembangan talenta lokal. Tidak hanya fokus mendatangkan pemain asing berkualitas, tim berjuluk Bajol Ijo tersebut juga memberikan ruang bagi pemain muda potensial untuk mengasah kemampuan bersama skuad utama. Kali ini, penyerang muda Dava Yunna Adi Putra mendapatkan kesempatan emas untuk berlatih bersama para seniornya.
Dava, yang baru menginjak usia 17 tahun, mengaku bahwa kesempatan ini merupakan lompatan besar dalam kariernya. Pemain yang juga merupakan bagian dari Timnas Indonesia U-17 ini merasakan atmosfer yang jauh berbeda dibandingkan dengan level kompetisi yang ia jalani sebelumnya.
"Berlatih bersama tim senior di level tertinggi menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Intensitas latihan di tim utama sangat tinggi dan agresif. Dari situ saya banyak belajar tentang tuntutan sepak bola profesional," ujar Dava di Surabaya, Rabu (15/7).
Selama sesi latihan, Dava tidak hanya fokus pada instruksi pelatih, tetapi juga aktif mengamati pergerakan para pemain senior, terutama legiun asing. Salah satu sosok yang menjadi perhatian utamanya adalah gelandang asal Portugal, Miguel Pereira. Menurut Dava, Miguel memiliki atribut yang sangat lengkap sebagai pemain profesional.
"Salah satu pemain yang paling sering saya amati saat latihan adalah Miguel. Menurut saya, dia memiliki kualitas yang sangat baik, terutama dalam penguasaan bola dan kemampuan menjaga bola saat mendapat tekanan," jelas Dava. Ia menilai kecerdasan bermain dan teknik yang ditunjukkan Miguel merupakan standar yang ingin ia capai di masa depan.
Adaptasi Fisik dan Mental
Berada di tengah pemain-pemain berpengalaman menuntut Dava untuk beradaptasi dengan cepat. Ia mengakui adanya perbedaan signifikan dalam hal intensitas permainan, kecepatan pengambilan keputusan (decision making), hingga ketahanan fisik. Baginya, setiap detik di lapangan latihan adalah waktu untuk menyerap ilmu sebanyak mungkin.
Dava merasa beruntung karena skuad Persebaya musim ini dihuni oleh banyak pemain dengan jam terbang tinggi, baik di kancah domestik maupun internasional. Kehadiran mereka menciptakan lingkungan belajar yang ideal bagi pemain muda sepertinya.
"Keberadaan pemain-pemain berpengalaman sangat penting bagi perkembangan pemain muda seperti saya. Mereka memiliki jam terbang yang tinggi dan banyak pengalaman yang bisa dipelajari, baik di dalam maupun di luar lapangan," tambahnya.
Dukungan Penuh dari Senior
Meski berstatus pemain junior, Dava mengaku tidak merasa canggung. Hal ini dikarenakan para pemain senior di Persebaya sangat terbuka dan suportif. Ia sering menerima arahan teknis maupun motivasi agar tidak gentar bersaing di level tertinggi.
"Para pemain senior juga sering memberikan masukan kepada saya. Mereka selalu mengingatkan untuk terus bekerja keras, percaya diri, dan tidak malu menunjukkan kemampuan saat latihan," pungkasnya.
Dukungan dan masukan tersebut menjadi modal penting bagi Dava untuk meningkatkan kepercayaan diri. Dengan usia yang masih sangat muda, pengalaman berlatih di tim utama Persebaya diharapkan mampu membentuk mentalitasnya menuju karier sepak bola profesional yang gemilang. (FL/I-1)

















































