DAS Sampanahan Rusak Parah Akibat Maraknya Tambang Emas Ilegal di Kotabaru

1 week ago 8
DAS Sampanahan Rusak Parah Akibat Maraknya Tambang Emas Ilegal di Kotabaru Daerah Aliran Sungai (DAS) Sampanahan rusak imbas aktivitas tambang emas ilegal di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan .(MI/Denny Susanto-HO)

AKTIVITAS tambang emas yang diduga kuat ilegal kian marak di kawasan kaki Pegunungan Meratus, Kecamatan Hampang, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan

Kondisi ini memicu desakan dari masyarakat adat setempat yang meminta aparat berwenang segera mengambil tindakan tegas. 

Pasalnya, penambangan tanpa izin tersebut sebagian telah merambah wilayah adat dan merusak hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Sampanahan.

Ketua Pengurus Daerah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (PD-AMAN) Kotabaru, Sahrianto, menyayangkan lambannya respons dari pihak terkait. Padahal, laporan mengenai kerusakan lingkungan ini sudah dilayangkan sejak jauh hari.

"Sejak lama masalah tambang emas ilegal ini sudah dilaporkan ke berbagai pihak, baik Pemda hingga aparat penegak hukum, namun hingga kini tidak ada penindakan dan aktivitas tambang tetap marak dan semakin merusak lingkungan," ungkap Sahrianto, Jumat (17/7).

GUNAKAN ALAT BERAT
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aktivitas tambang emas ilegal ini telah beroperasi hampir setahun. 

Titik penambangan tersebar di beberapa desa, meliputi Desa Sampanahan, Desa Limbur, dan Desa Mangkalaian di Kecamatan Hampang.

Operasi tambang berskala masif tersebut menggunakan puluhan alat berat serta mesin penyedot pasir. Imbasnya tidak hanya mencemari aliran air, tetapi juga membuat struktur DAS Sampanahan rusak parah. Warga yang mencoba bersuara bahkan mengaku mendapatkan tekanan.

"Aksi unjuk rasa juga pernah kami lakukan, yang terjadi kami malah diintimidasi," kata Sahrianto.

Pihaknya menduga kuat adanya keterlibatan oknum tertentu di balik pembiaran ini. "Kami menduga tidak adanya penindakan terhadap aktivitas tambang emas ini, karena dibekingi oleh aparat itu sendiri," lanjutnya.

Kerusakan lingkungan ini menjadi ancaman nyata bagi masyarakat sekitar yang mayoritas menggantungkan hidup sebagai petani ladang. 

Selain memutus sumber mata pencaharian, kerusakan DAS di kaki Pegunungan Meratus ini dikhawatirkan memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang di masa depan.

Kawasan Pegunungan Meratus di Kalimantan Selatan sendiri membentang di delapan kabupaten dan dikenal memiliki kekayaan alam yang melimpah, mulai dari hutan tropis, keanekaragaman hayati, hingga kandungan mineral seperti batu bara dan emas.

RESPONS KEPOLISIAN
Menanggapi keluhan dan tuntutan masyarakat adat, pihak kepolisian menyatakan bahwa laporan tersebut sudah masuk ke meja hijau dan tengah dalam proses hukum.

Kepala Polres Kotabaru AKB Ade Harri Sistriawan, saat dikonfirmasi mengatakan sudah ada laporan terkait aktivitas tambang emas yang diduga ilegal di Kecamatan Hampang tersebut dan sudah ditangani Unit Reskrim Polres Kotabaru.

Masyarakat kini menanti langkah konkret dari aparat penegak hukum agar ekosistem Pegunungan Meratus dapat diselamatkan sebelum terlambat. (DY/P-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |