Dahnil Anzar Dorong Semangat Travel Beyond Profit

1 week ago 10
Dahnil Anzar Dorong Semangat Travel Beyond Profit Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak (tengah).(dok.istimewa)

MUSYAWARAH Kerja Nasional (Mukernas) III Aliansi Pengusaha Haramain Seluruh Indonesia (ASPHIRASI) yang diselenggarakan di Hotel Golden Tulip, Kota Batu, Jawa Timur, menjadi momentum penting dalam memperkuat transformasi industri haji dan umrah Indonesia. Kehadiran Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, pada Mukernas memberikan arah baru bagi pengembangan industri melalui konsep travel beyond profit atau kesuksesan bisnis layanan umrah, haji, atau wisata religi tidak hanya diukur dari keuntungan finansial.

Dahnil Anzar hadir didampingi Direktur Jenderal Pelayanan Haji, Laksamana Muda TNI (Purn.) Ian Heriyawan, serta Direktur Pelayanan Haji Khusus, Tuti Rianingrum, S.H., M.H. Kehadiran jajaran Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menjadi wujud sinergi pemerintah dengan asosiasi dalam membangun penyelenggaraan haji dan umrah yang semakin profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan jamaah.

Dalam arahannya, Dahnil Anzar menegaskan bahwa penyelenggara perjalanan ibadah haji dan umrah tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan semata. Melalui semangat travel beyond profit”, para pelaku usaha didorong untuk membangun bisnis yang berlandaskan amanah, integritas, profesionalisme, inovasi, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi jamaah dan masyarakat.

Beliau menekankan bahwa kepercayaan jamaah merupakan amanah yang harus dijaga. Oleh karena itu, setiap penyelenggara harus menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), membangun manajemen yang sehat dan akuntabel, serta memastikan seluruh proses pelayanan dilaksanakan secara profesional dan bertanggung jawab.

Selain memberikan pelayanan terbaik, penyelenggara haji dan umrah juga memiliki tanggung jawab untuk membekali jamaah dengan pengetahuan yang memadai melalui pembinaan, manasik, dan edukasi yang berkualitas. Dengan bekal ilmu yang baik, jamaah diharapkan mampu menjalankan ibadah dengan benar, nyaman, khusyuk, dan sesuai tuntunan syariat.

Dahnil Anzar juga mengajak para pelaku usaha untuk mulai melihat peluang yang lebih luas melalui diversifikasi usaha. Menurut beliau, hubungan Indonesia dan Arab Saudi tidak seharusnya hanya berfokus pada pengiriman jamaah Indonesia ke Tanah Suci, tetapi juga perlu dikembangkan menjadi kerja sama yang saling menguntungkan melalui pariwisata dua arah (two-way tourism).

Penyelenggara perjalanan ibadah haji dan umrah diharapkan dapat mengambil peran dalam menghadirkan wisatawan asal Arab Saudi untuk berkunjung ke berbagai destinasi wisata unggulan di Indonesia. Langkah tersebut dinilai mampu membuka peluang ekonomi baru, memperkuat sektor pariwisata nasional, sekaligus memberikan nilai tambah bagi industri haji dan umrah Indonesia.

Menanggapi arahan tersebut, Ketua Umum ASPHIRASI, Amaludin Wahab, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kehadiran Dahnil Anzar dalam Mukernas III ASPHIRASI. Menurutnya, kehadiran Dahnil Anzar menjadi bentuk perhatian sekaligus dukungan pemerintah terhadap organisasi dan seluruh pelaku usaha haji dan umrah di Indonesia.

“Kami merasa terhormat dan bangga karena Mukernas III ASPHIRASI dihadiri langsung oleh Bapak Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia. Kehadiran beliau menjadi semangat baru bagi kami untuk terus memperkuat sinergi antara pemerintah dan asosiasi dalam membangun tata kelola penyelenggaraan haji dan umrah yang semakin profesional serta berorientasi pada kepentingan jamaah.”

Amaludin Wahab menambahkan bahwa berbagai arahan yang disampaikan Dahnil Anzar menjadi bekal penting bagi ASPHIRASI dalam menyusun program kerja organisasi ke depan. Menurutnya, konsep travel beyond profit menjadi pengingat bahwa keberhasilan penyelenggara haji dan umrah tidak hanya diukur dari pertumbuhan usaha, tetapi juga dari kualitas pelayanan, integritas, pembinaan jamaah, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“ASPHIRASI siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung kebijakan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia. Kami berkomitmen terus meningkatkan kompetensi anggota, memperkuat tata kelola perusahaan, menjaga kepercayaan jamaah, serta menghadirkan pelayanan yang semakin berkualitas sesuai harapan pemerintah dan masyarakat.”

Lebih lanjut, Amaludin Wahab menyambut baik gagasan pengembangan pariwisata dua arah yang disampaikan Dahnil Anzar. Menurutnya, hal tersebut membuka perspektif baru bagi penyelenggara haji dan umrah untuk tidak hanya berperan dalam penyelenggaraan ibadah, tetapi juga ikut berkontribusi dalam memperkenalkan potensi pariwisata Indonesia kepada masyarakat Arab Saudi.

Sekretaris Jenderal ASPHIRASI, Retno Anugerah Andriyani, menambahkan bahwa hasil Mukernas III akan menjadi landasan organisasi dalam memperkuat kapasitas anggota, meningkatkan kualitas pelayanan, memperbaiki tata kelola perusahaan, serta mempererat kolaborasi dengan pemerintah.

“Arahan Bapak Wakil Menteri memberikan energi baru bagi ASPHIRASI. Kami akan menerjemahkan semangat travel beyond profit ke dalam program-program nyata yang memperkuat profesionalisme anggota, meningkatkan kualitas pembinaan jamaah, dan membangun industri haji dan umrah Indonesia yang semakin dipercaya masyarakat.”

Melalui Mukernas III, ASPHIRASI menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun ekosistem penyelenggaraan haji dan umrah yang profesional, transparan, berdaya saing, serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi jamaah dan bangsa Indonesia. (Cah/P-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |