Ilustrasi(Xinhua/Zhang Fan.)
GELOMBANG cuaca ekstrem melanda sejumlah wilayah di Jerman bagian selatan pada Selasa (14/7) malam, mengakibatkan jatuhnya korban luka, banjir bandang di kawasan permukiman, hingga lumpuhnya operasional transportasi udara. Kota Nuremberg, Furth, dan Erlangen menjadi wilayah terdampak paling parah akibat hujan deras yang disertai badai besar.
Intensitas hujan yang sangat tinggi menyebabkan jalan-jalan protokol dan ruang bawah tanah (basement) terendam air dalam waktu singkat. Kondisi darurat ini memicu lonjakan laporan kepada otoritas keamanan. Pusat layanan darurat di Nuremberg mencatat lebih dari 3.000 panggilan hanya dalam kurun waktu lima jam saat banjir mulai memasuki wilayah hunian dan jalur transportasi utama.
Cuaca buruk juga berdampak signifikan pada sektor penerbangan. Bandara Nuremberg terpaksa menghentikan operasional untuk sementara waktu demi alasan keselamatan saat badai melintasi kawasan tersebut. Penutupan ini mengakibatkan sejumlah penerbangan yang dijadwalkan mendarat harus dialihkan ke bandara lain, sementara jadwal keberangkatan mengalami penundaan panjang.
Pihak otoritas bandara melaporkan adanya kerusakan fisik pada fasilitas akibat terjangan angin kencang dan hujan. Beberapa kerusakan yang teridentifikasi meliputi pohon tumbang di area bandara, kerusakan atap bangunan, serta genangan air yang menutupi sejumlah area vital operasional.
Hujan Es dan Pemadaman Listrik
Memasuki Rabu (15/7) pagi, situasi belum membaik. Badai disertai hujan es menerjang Kota Reutlingen, yang kembali memicu banjir di berbagai ruas jalan kota. Petugas pemadam kebakaran dan kepolisian dikerahkan secara penuh untuk melakukan operasi penanganan dampak cuaca ekstrem selama berjam-jam.
Sektor energi juga terdampak serius. Operator jaringan listrik setempat, FairNetz, melaporkan sekitar 6.000 rumah tangga mengalami pemadaman listrik total pada dini hari. Gangguan ini disebabkan oleh kerusakan infrastruktur kabel akibat cuaca buruk yang melanda wilayah tersebut.
Insiden Petir: Di wilayah Garmisch-Partenkirchen, enam personel militer dilaporkan terluka setelah tersambar petir saat bertugas. Kepolisian mengonfirmasi bahwa seluruh korban telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
Peringatan Lanjutan
Layanan Cuaca Nasional Jerman (DWD) mengeluarkan peringatan bahwa potensi cuaca ekstrem masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Berdasarkan prakiraan cuaca, wilayah selatan Jerman masih berisiko tinggi mengalami hujan lebat dan badai petir terisolasi pada Kamis (16/7) hingga Jumat (17/7).
Otoritas setempat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, ancaman angin kencang, serta gangguan infrastruktur lainnya. Warga diminta untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca resmi sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. (Anadolu/Fer/I-1)

















































