Tim SAR gabungan masih mencari korban tenggelamnya KLM Nurul Salsa di perairan barat Pulau Polassi, Selayar, Sulawesi Selatan .(MI/Lina Herlina-HO/Basarnas Makassar)
UPAYA pencarian korban tenggelamnya Kapal Layar Motor (KLM) Nurul Salsa di perairan barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, memasuki fase krusial pada hari ketiga, Jumat (17/7).
Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar kini memperluas radius penyisiran dengan mengerahkan KN SAR Kamajaya serta dukungan taktis pesawat Boeing B737-200 milik TNI Angkatan Udara. Langkah ini diambil guna mempercepat penemuan puluhan korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang.
DATA TERKINI KORBAN
Berdasarkan hasil verifikasi terbaru dari tim SAR gabungan bersama pemerintah daerah dan keluarga korban, jumlah penumpang yang terdata terus bergerak dinamis. Berikut rincian data korban sementara:
- Total Orang di Kapal: 74 orang
- Selamat: 49 orang
- Meninggal Dunia: 1 orang
- Dalam Pencarian: 27 orang (17 orang tercatat di manifes, 10 orang diduga tidak terdaftar/non-manifes)
KRONOLOGI KEJADIAN
KLM Nurul Salsa diketahui bertolak dari Pelabuhan Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng, Selayar, pada Rabu (15/7) pukul 05.00 WITA. Kapal ini mengangkut puluhan penumpang, muatan kopra, ternak sapi, serta sepeda motor.
Namun, sekitar pukul 09.30 WITA, kapal mengalami mati mesin total pada koordinat 06° 41' 750" LS – 120° 22' 993" BT. Situasi memburuk ketika pompa pembuangan air (alkon) mengalami kerusakan fatal pada pukul 10.00 WITA, sehingga air laut dengan cepat memenuhi lambung kapal.
Kapal akhirnya dinyatakan tenggelam sepenuhnya pada pukul 16.00 WITA di posisi 06° 56' 122" LS – 120° 10' 188" BT, berjarak sekitar 43 mil laut (nautical mile) dari Pelabuhan Benteng.
Mendapat laporan tersebut, Komando Daerah Angkatan Laut VI (Kodaeral VI) langsung merespons dengan mengirimkan KRI Marlin-877. Kapal perang tersebut bertolak dari Dermaga Layang Mako Kodaeral VI pada Rabu malam pukul 20.03 WITA dan tiba di lokasi kejadian pada Kamis (16/7) dini hari pukul 02.00 WITA.
STRATEGI OPERASI SAR HARI KETIGA
Pada operasi hari ketiga ini, fokus pencarian dibagi ke dalam beberapa sektor strategis guna memaksimalkan cakupan wilayah penyisiran:
- Sektor I (Laut): Dilakukan oleh KRI Marlin-877 dengan cakupan area seluas 102 mil laut persegi (nm²).
- Sektor II (Laut): Dilakukan oleh KN SAR Kamajaya beserta 32 personel dengan menyisir area seluas 90 mil laut persegi (nm²) di perairan Selayar.
- Pemantauan Udara: Diperkuat oleh pesawat Boeing B737-200 milik Lanud Sultan Hasanuddin yang membawa 17 personel untuk memantau situasi dari ketinggian.
Kepala Kantor Basarnas Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, menjelaskan bahwa pembagian sektor ini krusial untuk efektivitas operasi di lapangan.
"Pembagian sektor pencarian dilakukan berdasarkan analisis SARMAP (Search and Rescue Planning) agar seluruh area yang berpotensi menjadi lokasi korban dapat disisir secara maksimal, baik dari laut maupun udara," ujarnya.
Sinergi operasi penyelamatan ini turut melibatkan berbagai unsur pertolongan, mulai dari TNI AL, TNI AU, BPBD, Polair, Syahbandar, SROP Selayar, hingga nelayan setempat.
Komandan Kodaeral VI, Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, menegaskan komitmen penuh jajarannya demi menyelamatkan para korban yang masih terombang-ambing di laut.
"Kecepatan respons dan kesiapan personel adalah kunci utama dalam menyelamatkan nyawa di tengah laut. Kami tidak membiarkan waktu berlalu begitu saja," ujarnya.
DUGAAN PENYEBAB KECELAKAAN
Berdasarkan keterangan awal dari para penumpang yang berhasil dievakuasi, KLM Nurul Salsa diduga mengalami kecelakaan akibat faktor cuaca buruk yang diperparah oleh muatan yang melebihi kapasitas standar.
Kasubsi Penmas Polres Selayar, Suardi Andre, membenarkan adanya indikasi tersebut dari hasil pemeriksaan sementara.
"Intinya mereka (penumpang selamat) mengaku bahwa kapalnya itu dihantam ombak. Baru kalau kita lihat memang muatan kapal itu cukup sangat padat," ujar Kasubsi Penmas Polres Selayar, Suardi Andre.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran intensif dengan memanfaatkan analisis arah pergerakan arus laut dan angin. Koordinasi aktif juga terus dijalin dengan seluruh kapal niaga maupun kapal nelayan yang melintas di sekitar perairan Selayar. (LN/P-2)

















































