Sejumlah jurnalis menjajal BYD M6 DM PHEV di rute menanjak antara Bandung-Purwakarta-Subang, merasakan kendaraan yang Gesit, Andal, Senyap, dan Super Irit.(MI/SUMARIYADI)
CATATAN mengejutkan itu dibukukan Ade Bayu yang mengemudikan BYD M6 DM PHEV. Sang jurnalis hanya membutuhkan 1,05 liter Pertamax untuk tangki kendaraan yang dibawanya.
Sementara penggunaan energi listrik hanya 12,6 Kwh. Total biaya yang harus dibayarkan untuk perjalanan itu hanya berjumlah Rp39.781.
Padahal, pada Selasa (14/7) itu, kendaraan yang menggunakan teknologi Dual Mode (DM) itu telah melintasi rute menanjak khas Jawa Barat sepanjang 151 kilometer. Perjalanan panjang itu ditempuh dari Bandung ke Purwakarta berlanjut ke Subang dan kembali berakhir di Bandung.
Sementara itu, para pengemudi lain dengan kendaraan yang sama, juga tidak berbeda jauh. Yang paling besar hanya mengeluarkan biaya total Rp77.983.
Hari itu, melalui Media Experience BYD DM Technology Challange, BYD Indonesia mengajak puluhan jurnalis dan konten kreator otomotif melakukan perjalanan bersama menjajal BYD M6 DM PHEV. Rutenya merepresentasikan penggunaan sehari-hari.
Start dari Showroom BYD Arista Suci Bandung, rombongan bergerak menuju Istora Resto Jatiluhur, Purwakarta, berlanjut ke kawasan Asstro Highland Subang yang dipenuhi tanjakan dan tikungan. Finis di SPBU Setiabudi Bandung untuk mengukur sisa konsumsi bahan bakar.
Rute tersebut menjadi panggung untuk membuktikan karakter utama BYD M6 DM PHEV yang dirangkum dalam jargon GASS: Gesit, Andal, Senyap, dan Super Irit.
Sejak roda mulai berputar, karakter elektrifikasi langsung terasa. Torsi instan dari motor listrik membuat akselerasi awal responsif tanpa jeda.
Di lalu lintas perkotaan Bandung, mobil melaju halus dan nyaris tanpa suara. Saat memasuki jalan tol hingga jalur menanjak menuju Subang, perpindahan kerja antara motor listrik dan mesin bensin berlangsung mulus tanpa hentakan, membuat pengemudi hampir tidak menyadari kapan kedua sumber tenaga tersebut saling bergantian bekerja.
MENGUJI KEMAMPUAN KENDARAAN
Menariknya, BYD tidak hanya mengajak peserta berkendara biasa. Sejumlah challenge disiapkan untuk menguji kemampuan kendaraan dari berbagai sisi.
Di area Istora Resto Jatiluhur, peserta harus menyelesaikan tantangan mengemudi sambil membawa masing-masing 10 bola tenis yang diletakkan di kap depan dan atap mobil.
Tantangan sederhana ini merupakan upaya menguji karakter suspensi, kestabilan sasis, sekaligus kehalusan pengemudi dalam mengoperasikan pedal gas dan rem. Dengan input pedal yang halus, bola-bola tersebut tetap berada di tempatnya sepanjang lintasan.
Pengujian berikutnya adalah lintasan zigzag yang dirancang untuk melihat respons kemudi, kestabilan bodi, serta akselerasi kendaraan saat berpindah arah secara cepat. Meski berstatus MPV tujuh penumpang, BYD M6 DM PHEV terasa lincah bermanuver.
Bobot kendaraan tersalurkan dengan baik sehingga gejala limbung tetap terkendali. Sementara karakter setir memberikan rasa percaya diri ketika memasuki tikungan secara beruntun.
Sebagai peserta, impresi yang paling terasa justru datang saat melewati tanjakan menuju kawasan Asstro Highland. Tarikan motor listrik membuat mobil tetap bertenaga tanpa perlu menginjak pedal gas terlalu dalam.
Kabin juga tetap senyap sehingga perjalanan panjang terasa tidak melelahkan. Sensasi berkendaranya bahkan lebih mendekati kendaraan listrik murni dibandingkan MPV bermesin bensin konvensional.
EFISIENSI BAHAN BAKAR
Puncak pengujian dilakukan di garis finis melalui kompetisi efisiensi bahan bakar. Seluruh peserta ditantang menerapkan teknik berkendara seefisien mungkin untuk memperoleh konsumsi BBM terbaik.
Tantangan ini menjadi pembuktian bagaimana teknologi Dual Mode (DM) mampu menyeimbangkan performa dan efisiensi, bahkan setelah melewati kombinasi jalan datar, tol, serta tanjakan sepanjang 151 kilometer.
Media test drive di Bandung merupakan bagian dari rangkaian pengujian nasional yang sebelumnya telah digelar di Jakarta, Medan, Semarang, dan Surabaya. Lewat kegiatan ini, BYD tak sekadar memperkenalkan produk baru, tetapi memberikan kesempatan kepada media dan kreator otomotif untuk merasakan langsung bagaimana teknologi PHEV bekerja di kondisi jalan yang sesungguhnya.
Hasilnya, BYD M6 DM PHEV tidak hanya menawarkan efisiensi khas kendaraan elektrifikasi, tetapi juga menghadirkan pengalaman berkendara yang responsif, nyaman, dan relevan dengan kebutuhan keluarga Indonesia yang menginginkan mobil praktis tanpa mengorbankan performa

















































