Bayi berkeringat saat menyusu.(Dok. Mama Bear)
BAYI berkeringat saat menyusu sering kali memicu kekhawatiran orang tua. Meski sering disebabkan oleh faktor eksternal seperti suhu ruangan yang panas atau pakaian yang terlalu tebal, keringat berlebih yang muncul setiap kali menyusu perlu diwaspadai sebagai salah satu indikator gangguan kesehatan serius, termasuk kelainan jantung.
Menyusu merupakan aktivitas fisik yang membutuhkan koordinasi antara mengisap, menelan, dan bernapas. Bagi bayi dengan gangguan jantung, aktivitas ini terasa sangat berat.
American Heart Association menjelaskan bahwa bayi dengan penyakit jantung bawaan (PJB) atau gagal jantung sering memperlihatkan gejala kelelahan, napas cepat, dan keringat berlebih saat menyusu karena tubuh bekerja ekstra keras untuk mempertahankan sirkulasi darah.
Kapan Keringat saat Menyusu Dianggap Normal?
Keringat tidak selalu berarti penyakit. Kondisi ini dianggap normal jika dipicu oleh suhu ruangan yang panas, penggunaan bedong yang terlalu ketat, atau kontak fisik yang lama dengan tubuh ibu saat menyusu.
Tanda bayi hanya kepanasan biasanya meliputi rambut lembap, pipi memerah, atau munculnya biang keringat tanpa disertai sesak napas.
Children's Hospital of Philadelphia menegaskan bahwa sebagian anak secara alami memang lebih mudah berkeringat. Namun, jika kondisi ini berlangsung terus-menerus dan disertai gejala lain, pemeriksaan medis menjadi sangat penting.
Tanda Bahaya yang Perlu Diwaspadai
Orang tua harus segera berkonsultasi dengan dokter jika keringat berlebih disertai kondisi berikut:
- Napas Cepat atau Sesak: Bayi tampak terengah-engah, cuping hidung kembang-kempis, atau ada tarikan pada dinding dada saat bernapas.
- Cepat Lelah: Bayi hanya menyusu sebentar lalu tertidur karena kelelahan, atau membutuhkan waktu sangat lama untuk menghabiskan susu.
- Berat Badan Sulit Bertambah: Energi yang seharusnya untuk pertumbuhan justru habis terpakai untuk bernapas dan memompa darah.
- Sianosis: Muncul warna kebiruan atau pucat pada bibir, lidah, dan kuku yang menandakan kadar oksigen rendah.
- Kurang Aktif: Bayi tampak sangat lemas, sulit dibangunkan, dan frekuensi buang air kecil (popok basah) berkurang.
Mengapa Kelainan Jantung Memicu Keringat?
Kelainan jantung bawaan mengganggu kemampuan jantung memompa darah secara efisien. Sebagai kompensasi, tubuh meningkatkan denyut jantung dan frekuensi napas. Beban kerja tubuh yang meningkat inilah yang memicu produksi keringat berlebih, mirip dengan orang dewasa yang sedang melakukan olahraga berat.
Kapan Harus ke IGD?
Segera bawa bayi ke rumah sakit jika ia berhenti bernapas, bibir membiru, mengalami kejang, atau tampak sangat lemas hingga tidak mampu menyusu sama sekali.
Diagnosis medis biasanya melibatkan pemeriksaan fisik, pengukuran saturasi oksigen, hingga prosedur penunjang seperti elektrokardiogram (EKG) atau ekokardiografi. Deteksi dini sangat krusial untuk memastikan bayi mendapatkan penanganan yang tepat sebelum terjadi komplikasi lebih lanjut. (American Heart Associatio/The Heart/Z-10)

















































