Argentina vs Inggris, Duel Sarat Sejarah Perebutkan Tiket Final Piala Dunia 2026

1 week ago 10
Argentina vs Inggris, Duel Sarat Sejarah Perebutkan Tiket Final Piala Dunia 2026 Seorang anak melintas di depan mural bergambar bintang sepak bola Argentina Lionel Messi dan legenda sepak bola Diego Maradona di Kelurahan Kampung Pisang, Ternate, Maluku Utara, Rabu (8/7/2026).(Antara)

LAGA semifinal Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Inggris di Atlanta Stadium, Kamis (16/7), kembali mempertemukan dua tim dengan rivalitas panjang. Kali ini, kedua negara akan memperebutkan satu tempat di partai final.

Pertemuan Argentina dan Inggris selalu menyimpan sejarah besar, mulai dari final Piala Dunia 1966, Perang Falklands 1982, gol "Tangan Tuhan" Diego Maradona pada Piala Dunia 1986, hingga duel-duel penting pada edisi 1998 dan 2002.

Meski demikian, pelatih Lionel Scaloni dan kapten Lionel Messi berusaha mengesampingkan beban sejarah tersebut. Mereka ingin fokus menghadapi pertandingan seperti laga semifinal pada umumnya.

"Kami harus menjalaninya sebagaimana adanya, yaitu semifinal Piala Dunia melawan tim besar. Kami harus datang dengan kondisi terbaik agar bisa kembali bersaing," kata Messi dikutip dari CNA.

Argentina melaju ke semifinal dengan perjuangan yang tidak mudah. Juara bertahan itu mengalahkan Tanjung Verde 3-2 lewat perpanjangan waktu, bangkit dari ketertinggalan 0-2 pada 11 menit terakhir untuk menang 3-2 atas Mesir, lalu menundukkan Swiss 3-1, juga melalui babak tambahan.

Messi yang kini berusia 39 tahun mengakui rangkaian pertandingan tersebut menguras kondisi fisik tim.

Perjalanan Inggris juga tak kalah berat. Tim asuhan Thomas Tuchel menyingkirkan Meksiko meski bermain dengan 10 pemain pada babak 16 besar, sebelum mengalahkan Norwegia 2-1 lewat perpanjangan waktu di perempat final.

Gelandang Jude Bellingham menjadi sosok penting dalam perjalanan Inggris. Pemain Real Madrid itu mencetak dua gol ke gawang Meksiko dan kembali mencetak dua gol saat menghadapi Norwegia.

Meski Harry Kane tetap menjadi kapten dan ujung tombak serangan, Bellingham tampil sebagai pemain paling berpengaruh bagi Inggris sepanjang turnamen.

Namun, Tuchel menilai timnya masih bisa tampil lebih baik.

Argentina kembali menggantungkan harapan kepada Messi yang telah mencetak delapan gol di Piala Dunia 2026. Torehan itu menyamai penyerang Prancis Kylian Mbappe dalam persaingan perebutan Sepatu Emas.

Menariknya, laga semifinal nanti akan menjadi pertemuan pertama Messi menghadapi Inggris sepanjang kariernya.

Mantan penyerang Argentina Carlos Tevez menilai sejarah panjang kedua negara masih membayangi pertandingan tersebut.

"Mereka pasti menunggu balas dendam atas apa yang dilakukan Diego pada 1986. Mereka memikirkan itu. Mereka memiliki hubungan cinta dan benci dengan Diego karena pertandingan tersebut. Sejarah itu masih ada, sejarah itu masih hidup," ujar Tevez kepada ESPN Argentina.

Tevez juga menilai Argentina sulit dianalisis karena sering mampu menentukan hasil pertandingan lewat kualitas individu para pemainnya.

"Tim ini sangat sulit dianalisis. Menurut saya, tim ini membuat kami terbiasa melihat kualitas individu menjadi pembeda pada momen-momen penting," ucapnya.

Di kubu Inggris, mantan penyerang Ian Wright optimistis The Three Lions mampu mengatasi Argentina.

"Melihat permainan Argentina, saya pikir kami bisa mengalahkan mereka. Cara mereka bermain dan bagaimana mereka tampil sempit, saya rasa kami bisa menghentikan mereka dan kemudian menyerang balik," kata Wright dalam podcast Stick to Football.

Argentina datang dengan modal pengalaman dan kepercayaan diri sebagai juara bertahan. Sementara Inggris membawa momentum positif usai melewati sejumlah pertandingan berat. Pemenang laga ini akan melaju ke final Piala Dunia 2026. (E-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |