Anak Sayuti Melik Dapat Bantuan Tempat Tinggal dan Pengobatan

1 week ago 7
Anak Sayuti Melik Dapat Bantuan Tempat Tinggal dan Pengobatan Caption foto: Wakil Menteri Sosial Agus Jabo (kedua dari kanan) berbincang dengan anak pengetik naskah proklamasi Sayuti Melik yang hidup terlunta-lunta di Kota Bekasi, Heru Baskoro.(Dok.Antara)

NASIB pengetik naskah proklamasi Sayuti Melik yang hidup terlunta-lunta, Heru Baskoro, 84, di Kota Bekasi, Jawa Barat, mendapat respons cepat dari pemerintah. Kementerian Sosial (Kemensos) segera memberikan upaya pendampingan secara komprehensif.

Wamensos Agus Jobo Priyono berbincang langsung dengan Heru dan sang istri, Treyzia Noviani, 65, di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Kota Bekasi untuk mendapat bantuan residensial serta rehabilitasi medis dan psikososial.

Pasangan lansia itu telah dievakuasi dari rumah kontrakan sederhana mereka di Rawalumbu, Kota Bekasi, sejak Senin (13/7). Hal ini dikatakan Agus Jabo saat mewakili Mensos Saifullah Yusuf mengunjungi Heru di pusat rehabilitasi STPL Bekasi.

"Untuk sementara Pak Heru dan ibu tinggal di sini, akan ada bantuan medis dan psikososial, sehingga Pak Heru jika butuh sesuatu bisa bilang ke staf di sini, di sini ada dokter juga," ujar Wamensos dalam keterangannya Jumat (17/7).

Agus Jabo menambahkan, kebutuhan sehari-hari pasangan suami istri ini juga akan dipenuhi. Wamensos juga sempat mengecek langsung layanan STPL kepada pasangan lansia tersebut.

Selain itu, Wamensos juga memberi motivasi dan semangat kepada Heru dan istri bahwa Kemensos akan menjadi jembatan bagi pihak terkait lainnya serta pihak keluarga untuk memberikan pelayanan terbaik bagi Heru.

Jatuh Miskin karena Sakit

Dia menjelaskan, hidup Heru sebelumnya tergolong sangat cukup, karena sejak 1998 hingga 2024, ia dan istrinya tinggal di Kanada. Sehari-hari ia mencukupi kebutuhannya dengan bekerja sebagai staf senior di sebuah perusahaan minyak, karena ia mengantongi status kewarganegaraan tetap Amerika.

Roda kehidupannya berputar sejak memutuskan untuk kembali ke Indonesia pada 2024. Heru mengalami masalah di mata kanannya, sehingga mengalami penurunan penglihatan dan sempat bolak balik Indonesia Kanada untuk berobat.

Setelah 6 bulan berada di Indonesia, dana pensiun milik Heru tidak dapat dibayarkan kembali. Hal ini membuat Heru dan istri mengalami masalah finansial dan menjual semua aset mereka.

Kemensos, katanya, akan berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti Kementerian Luar Negeri, KBRI, dan Kementerian Kesehatan terkait dana pensiun milik Heru dan perawatan kesehatannya, karena ia perlu menjalani operasi kornea mata.

"Tetapi, apa pun nanti Kemensos akan berdiskusi dengan kementerian terkait, termasuk dengan keluarga, kira-kira nanti jalan terbaiknya seperti apa. Apakah Kemenlu nanti melalui KBRI juga akan melakukan pengecekan apakah uang pensiunnya juga masih bisa dicairkan," katanya.

Menurutnya, jika dapat diurus tanpa harus kembali ke Kanada, hal itu akan lebih baik bagi kesehatan Heru. Dia mengatakan, semua masih menunggu hasil koordinasi antar-pemerintah dan keluarga untuk menentukan langkah-langkah terbaik selanjutnya dalam penanganan Heru dan istri. (H-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |