Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono(Antara)
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan peringatan keras kepada seluruh kader partainya agar senantiasa menghormati proses hukum. AHY menegaskan bahwa tidak boleh ada kader yang meminta perlakuan khusus atau istimewa jika tersandung masalah hukum.
"Kader Demokrat tidak boleh meminta perlakuan istimewa di hadapan hukum. Kita tidak boleh membela yang salah hanya karena ia kawan, dan jangan menyerang yang benar hanya karena ia lawan," ujar AHY saat berpidato dalam acara HUT ke-25 Partai Demokrat di kantor DPP Demokrat, Jakarta, Sabtu (5/9).
Menurut AHY, penegakan supremasi hukum merupakan hal yang mutlak karena hukum diciptakan untuk melindungi seluruh rakyat tanpa terkecuali. Ia menekankan bahwa keadilan harus dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, bukan hanya segelintir pihak yang memiliki akses kekuasaan.
Salah satu langkah krusial dalam memperkuat supremasi hukum, lanjut AHY, adalah dengan memastikan para penegak hukum dapat bekerja secara profesional, independen, dan amanah. Ia meyakini bahwa dengan institusi penegak hukum yang kuat, segala bentuk pelanggaran hukum dapat ditindak tegas.
"Dengan kuatnya penegak hukum, segala bentuk pelanggaran dari mulai pidana ringan hingga korupsi akan dengan mudah ditindak tanpa pandang bulu," tegasnya.
Lebih lanjut, AHY menyatakan bahwa komitmen ini berlaku bagi seluruh kader, termasuk mereka yang saat ini menjabat sebagai pejabat negara. Jika terdapat kader yang terlibat kasus hukum, maka proses hukum harus tetap berjalan sesuai prosedur demi memberikan rasa aman dan adil kepada masyarakat.
Ia menutup pesannya dengan mengingatkan bahwa kedudukan setiap warga negara adalah sama di mata hukum. "Hukum tidak boleh berubah karena nama, jabatan, kekayaan, ataupun kedekatan dengan kekuasaan," pungkas AHY.













































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4951307/original/044250400_1727138623-IMG_20240923_215315.jpg)



