81 Persen Orang Langsung Cek HP saat Bangun, Ini Dampaknya Menurut Psikolog

1 week ago 11
81 Persen Orang Langsung Cek HP saat Bangun, Ini Dampaknya Menurut Psikolog Psikolog mengungkap alasan evolusioner di balik kebiasaan scrolling pagi hari dan dampaknya terhadap kesehatan mental.(Dok. Radartech)

BANYAK orang memiliki kebiasaan langsung meraih ponsel sesaat setelah mata terbuka di pagi hari. Fenomena yang sering disebut sebagai morning scroll ini ternyata bukan sekadar kebiasaan buruk, melainkan hasil dari dorongan psikologis dan evolusioner yang mendalam.

Data dari laporan YouGov 2025 menunjukkan bahwa mayoritas orang dewasa di bawah usia 30 tahun sering menggunakan ponsel tepat sebelum tidur dan segera setelah bangun.

Sementara itu, laporan The Independent menyebutkan 81% warga Inggris melakukan hal serupa. Psikoterapis John Puls menjelaskan bahwa fenomena ini dipicu oleh sistem penghargaan dopamin alami manusia dan kebutuhan dasar untuk terhubung secara sosial.

Dorongan Evolusioner dan Amigdala

Dilansir dari Techradar, Psikolog klinis Ari Lakritz mengungkapkan bahwa otak manusia secara alami terprogram untuk mencari informasi, terutama yang bersifat mengancam.

"Bagian otak yang menangani hal itu disebut amigdala, salah satu bagian tertua yang bertanggung jawab atas respons rasa takut," ujarnya. Memeriksa berita negatif atau doomscrolling di pagi hari mirip dengan nenek moyang kita yang memindai cakrawala untuk mencari ancaman.

Masalahnya, algoritma media sosial sering kali memprioritaskan konten yang memicu kemarahan atau emosi kuat untuk memaksimalkan keterlibatan. Hal ini menyebabkan pelepasan hormon stres kortisol yang membuat otak mengalami stimulasi berlebihan (overstimulation) sejak awal hari.

Dampak pada Fokus dan Kesehatan Mental

Memulai hari dengan stimulasi yang sangat cepat dan intens, seperti video pendek di TikTok atau YouTube Shorts, dapat merusak kemampuan fokus. Lakritz memperingatkan bahwa jika standar dasar otak di pagi hari adalah hiburan instan, maka akan sulit bagi seseorang untuk beralih ke tugas yang membutuhkan pemikiran mendalam atau konsentrasi tinggi di siang hari.

Bagi generasi muda, tekanannya jauh lebih besar. John Puls mencatat bahwa rata-rata waktu layar (screen time) remaja yang ia tangani mencapai 14 hingga 15 jam sehari. "Bagi anak muda, mereka merasa jika tidak eksis secara daring, maka mereka tidak eksis secara sosial," tambah Puls.

Cara Mengambil Alih Kendali

Olivia Yokubonis, pakar strategi kesejahteraan digital, menyarankan beberapa langkah praktis untuk menghentikan kebiasaan ini:

  • Zona Bebas Ponsel: Jangan letakkan ponsel di dalam kamar tidur. Gunakan jam weker fisik agar Anda harus bangun dan keluar kamar untuk mematikan alarm.
  • Kesadaran (Awareness): Sadari bahwa morning scroll sering kali terjadi secara tidak sadar. Gunakan fitur pembatas waktu layar seperti Screen Time di iOS atau aplikasi pihak ketiga.
  • Pengurangan Bertahap: Dr. Lakritz menyarankan untuk mencoba memotong waktu layar sebesar 10% setiap minggunya sebagai langkah awal yang realistis.

Beberapa produsen teknologi mulai merespons isu ini. Google sedang mengembangkan fitur Pause Point untuk mengalihkan pengguna dari media sosial, sementara Apple memperkenalkan pembaruan fitur kesejahteraan pada iOS 27 untuk membantu pengguna mengelola waktu layar mereka dengan lebih baik. (Techradar/Z-10)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |