Warga Desa Sirpangbolon Keluhkan Bau Menyengat Gudang Getah di Permukiman

6 hours ago 1
Warga Desa Sirpangbolon Keluhkan Bau Menyengat Gudang Getah di Permukiman Inilah gudang getah di tengah padat permukiman, tepatnya Desa Sirpang bolon Kacematan Garoga Kabupaten Tapanuli Utara.(MI/Januari Hutabarat)

AKTIVITAS gudang penampungan getah yang berlokasi di tengah permukiman padat penduduk Desa Sirpangbolon, Kecamatan Garoga, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, memicu keresahan warga. Bau menyengat yang bersumber dari gudang tersebut diduga mulai mengganggu kesehatan, terutama terkait gangguan pernapasan.

Rita Pasaribu, 52, salah seorang warga setempat, mengungkapkan rasa tidak nyamannya terhadap operasional gudang tersebut pada Kamis (20/8/2026). Ia mengaku terpaksa menutup rapat jendela rumahnya setiap hari demi menghindari aroma busuk yang menusuk hidung.

"Sudah lebih dari lima tahun gudang itu beroperasi. Bahkan pejabat kecamatan hanya tinggal diam ketika melihat aktivitas gudang itu," ujar Rita dengan nada kecewa.

Menurut Rita, keberadaan gudang di tengah permukiman ini semakin meresahkan karena selain bau, warga juga harus menghadapi serangan nyamuk. Ia juga menyoroti ada dugaan kedekatan kekeluargaan antara pemilik gudang dengan otoritas desa setempat, yang membuat warga merasa tidak berdaya untuk memprotes.

"Katanya, pemilik gudang adalah saudara kandung kepala desa. Karena itu warga merasa tidak dapat berbuat banyak. Tetapi nyamuk dan bau busuk tetap kami rasakan akibat aktivitas gudang tersebut," tambahnya.

Dugaan Pelanggaran Pengelolaan Limbah

Selain masalah bau, warga juga menyoroti sistem pengelolaan limbah yang dianggap tidak memadai. Rita mengungkapkan ada dugaan ketiadaan kolam penampungan atau sarana pengelolaan limbah di lokasi gudang. Hal ini menyebabkan limbah getah sering berserakan dan berpotensi mencemari lingkungan sekitar rumah warga.

Warga mendesak agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tapanuli Utara segera turun ke lapangan untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan memastikan legalitas serta kepatuhan lingkungan gudang tersebut.

"Kami berharap Dinas Lingkungan Hidup turun dan memeriksa langsung. Jangan sampai masyarakat yang harus menanggung dampaknya," tegas Rita.

Belum Ada Tanggapan Otoritas Terkait

Hingga berita ini disusun, pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi. Rikardo Simanjuntak dari Bidang Lingkungan Hidup pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapanuli Utara, saat dikonfirmasi pada Kamis (20/8/2026), belum memberikan tanggapan terkait keluhan warga tersebut.

Senada dengan pihak dinas, pengelola gudang maupun Pemerintah Desa Sirpangbolon juga belum memberikan penjelasan mengenai perizinan, sistem pengelolaan limbah, maupun langkah mitigasi dampak lingkungan yang seharusnya dilakukan di kawasan padat penduduk tersebut. (I-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |