Warga Bangka Belitung Keluhkan Antrean Panjang Pertalite dan Maraknya Pengerit BBM

3 hours ago 1
Warga Bangka Belitung Keluhkan Antrean Panjang Pertalite dan Maraknya Pengerit BBM Antrian BBM subsidi Pertalite di salah satu SPBU di Sungailiat didominasi kendaraan roda dua berkapasitas tangki 10 liter, diduga pengerit.(MI/Rendy Ferdiansyah)

MASYARAKAT di Provinsi Bangka Belitung (Babel) kian mengeluh akibat sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Kondisi ini memaksa warga harus mengantre hingga berjam-jam demi mendapatkan jatah bahan bakar.

Fenomena antrean panjang ini disinyalir terjadi sejak pemerintah menaikkan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax, yang memicu migrasi besar-besaran konsumen ke Pertalite. Namun, situasi diperparah oleh maraknya aksi pengerit atau oknum yang membeli BBM subsidi secara berulang kali untuk dijual kembali.

Lukman, seorang warga Sungailiat, Bangka, mengungkapkan bahwa para pengerit ini meraup keuntungan dengan memanfaatkan selisih harga. Mereka membeli Pertalite di SPBU seharga Rp10.000 per liter, lalu menjualnya dengan harga jauh lebih tinggi ke pengecer maupun penambang pasir timah.

"Mereka melakukan pengisian berulang kali menggunakan sepeda motor. Ada juga yang menggunakan mobil dengan cara berpindah-pindah dari satu SPBU ke SPBU lainnya," ujar Lukman.

Ia mempertanyakan efektivitas sistem barcode yang seharusnya membatasi pembelian.

"Gak mungkin sehari satu mobil habis 30 liter kalau bukan angkutan umum. Sudah pasti itu dibeli untuk dijual kembali," tegasnya.

Keluhan senada disampaikan Wati, warga lainnya. Ia mengaku harus mengantre antara 30 menit hingga satu jam di jalur sepeda motor yang mengular.

"Di pengecer sekarang harganya sudah Rp15.000 per liter. Makanya saya terpaksa antre siang atau sore demi keperluan antar anak sekolah," kata Wati.

Perbandingan Harga dan Kondisi Lapangan

Aspek Keterangan
Harga Pertalite di SPBU Rp10.000 per liter
Harga Pertalite di Pengecer Rp15.000 per liter
Waktu Antrean Rata-rata 30 Menit - 2 Jam
Modus Pengerit Pengisian berulang, pindah SPBU, modifikasi tangki/derigen

Menanggapi tudingan tersebut, Rini, Kuasa SPBU Parit Padang Sungailiat, membantah jika wilayahnya dikuasai pengerit. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah menerapkan aturan ketat sesuai prosedur.

"Kami membatasi pengisian hanya boleh satu kali, dan kendaraan roda empat wajib menggunakan satu barcode," jelasnya.

Rini juga menyatakan ketidaktahuannya mengenai aktivitas pengerit yang memindahkan BBM ke jerigen di area luar SPBU. Namun, ia menjamin akan memberikan sanksi tegas bagi petugas nozel yang terbukti bekerja sama dengan oknum pengerit.

"Jika ada petugas kami yang bermain dan menerima uang dari pengerit, sanksinya adalah pemecatan," tegas Rini.

Sementara itu, Plt Kasat Polpp Kabupaten Bangka, Achmad Suherman, mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying. Ia memastikan pihaknya terus melakukan pemantauan di lapangan untuk menjaga kelancaran distribusi.

"Kami terus memantau seluruh SPBU di Bangka guna memastikan antrean berjalan lancar dan meminimalisir penyalahgunaan BBM subsidi," pungkasnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean Pertalite di jalur kendaraan roda dua memang didominasi oleh motor dengan kapasitas tangki besar (sekitar 10 liter), yang diduga kuat sering digunakan oknum untuk aktivitas pengeritan secara berulang. (Z-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |