Penyerang tim nasional Argentina Lautaro Martinez merayakan golnya ke gawang Inggris dalam pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Amerika Serikat, Rabu (15/7/2026) waktu setempat.( AFP/Jewel Samad)
PEMAIN tim nasional Argentina, Lautaro Martinez, membeberkan bahwa dirinya telah memiliki firasat kuat bakal menjadi penentu kemenangan dalam laga krusial semifinal Piala Dunia 2026. Firasat tersebut terbukti ketika gol krusialnya mengantarkan La Albiceleste menumbangkan Inggris dengan skor dramatis 2-1 di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Amerika Serikat, pada Kamis (16/7) pagi WIB.
Masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-81, Lautaro menjelma menjadi pahlawan bagi publik Argentina. Berawal dari umpan silang matang yang dilepaskan Lionel Messi saat laga memasuki menit ke-92 (tambahan waktu babak kedua), tandukan tajam penyerang Inter Milan itu sukses mengoyak jala gawang The Three Lions.
Gol tersebut menjadi klimaks dari kebangkitan impresif Argentina yang sempat tertinggal lebih dulu. Kemenangan ini sekaligus memastikan langkah sang juara bertahan untuk melaju ke partai final Piala Dunia dalam dua edisi secara berturut-turut.
"Saya memimpikannya (gol itu), sungguh. Saya mengatakan kepada Alexis (Mac Allister) bahwa saya akan mencetak gol," ungkap Lautaro selepas pertandingan, seperti dilansir dari laman resmi FIFA.
"Saya juga mengatakan kepada Facu Medina di bangku cadangan bahwa saya akan masuk dan memenangkan pertandingan. Dan akhirnya kesempatan itu datang kepada saya," sambungnya.
Selain menyoroti gol penentunya, pemain berjuluk El Toro tersebut turut memberikan apresiasi tinggi terhadap gol penyama kedudukan yang dicetak oleh gelandang Enzo Fernandez pada menit ke-85. Lautaro menilai, gol spektakuler Enzo itulah yang menjadi kebangkitan moral skuad asuhan Lionel Scaloni setelah terus menggempur pertahanan Inggris pada fase akhir pertandingan.
"Enzo juga mencetak gol yang luar biasa. Sekarang setelah saya lebih tenang, saya bisa mengatakan bahwa tim ini terus menunjukkan karakter yang kami miliki," urai Lautaro.
Dari segi taktik, Lautaro membedah transisi permainan yang terjadi di kubu lawan. Menurutnya, keputusan skuad asuhan pelatih Thomas Tuchel untuk mengubah skema permainan turut memuluskan jalan Argentina dalam mengambil alih kendali. Ia mengamati bahwa intensitas pressing tinggi yang diterapkan Inggris selama 60 menit pertama pada akhirnya menguras habis stamina armada The Three Lions.
"Mereka tidak punya tenaga lagi, lalu memilih bertahan lebih dalam. Itu membuat kami lebih tenang saat mengalirkan bola. Kami mampu melebarkan permainan dan pada akhirnya mencetak dua gol," analisanya.
Berbekal kemenangan krusial ini, Lionel Messi dan kolega kini bersiap menatap partai puncak menghadapi wakil Eropa lainnya, Spanyol, yang sebelumnya sukses menyingkirkan Prancis dengan skor meyakinkan 2-0.
Partai final idaman (dream final) antara Argentina kontra Spanyol dijadwalkan bakal digelar di MetLife Stadium, New Jersey, pada Minggu (19/7/2026) waktu setempat, atau Senin (20/7/2026) dini hari WIB. (Ant/P-4)


















































