Udara Jakarta Urutan 4 Terburuk di Dunia Pagi Ini, Warga Diimbau Pakai Masker

5 days ago 11
Udara Jakarta Urutan 4 Terburuk di Dunia Pagi Ini, Warga Diimbau Pakai Masker Warga mengenakan masker dengan latar belakang gedung-gedung bertingkat berselimut kabut asap di Jakarta.( ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

KUALITAS udara di wilayah DKI Jakarta kembali menjadi sorotan tajam setelah tercatat menduduki peringkat empat besar kota berpolusi terburuk di dunia pada Selasa (15/9) pagi.

Berdasarkan pemantauan situs kualitas udara IQAir per pukul 06.30 WIB, Indeks Kualitas Udara (AQI) di ibu kota berada di angka 158, yang mengklasifikasikan udara Jakarta kedalam kategori tidak sehat.

Pencapaian posisi terburuk global hari itu dipimpin oleh Kuala Lumpur (Malaysia) di angka AQI 189, disusul Kinshasa (Kongo) di angka 188, dan Ho Chi Minh City (Vietnam) di angka 161. Mengingat tingginya konsentrasi polutan, masyarakat dianjurkan mengenakan masker pelindung saat beraktivitas di luar ruangan.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengintensifkan tiga arah kebijakan strategis jangka pendek hingga menengah:

  • Perluasan Jangkauan Transjabodetabek: Menekan volume kendaraan pribadi melalui pembukaan dan perluasan rute layanan komuter, mencakup koridor Blok M–Alam Sutera, Blok M–PIK 2, hingga Blok M–Bandara Soekarno-Hatta.
  • Elektrifikasi Armada Massal: Menargetkan pengoperasian 10.000 bus listrik Transjakarta pada tahun 2030, mengingat data mencatat sektor transportasi saat ini menyumbang 50 persen dari total emisi gas buang di Jakarta.
  • Optimalisasi Pengolahan Sampah RDF: Menggenjot operasional fasilitas pengolahan sampah Refuse Derived Fuel (RDF) di Rorotan, Jakarta Utara, guna mereduksi emisi dari sektor pengelolaan sampah terbuka.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyerukan partisipasi aktif warga untuk beralih menggunakan moda transportasi umum masif yang disediakan pemprov.

Sebagai insentif nyata, Pemprov DKI telah menerbitkan regulasi khusus pemberlakuan layanan transportasi umum gratis bagi 15 golongan masyarakat. Langkah ini diharapkan mampu mereduksi car-dependency secara signifikan sekaligus mengakselerasi pemulihan kualitas udara bersih di ruang publik ibu kota.

(Ant/P-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |