Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Hari Ini 18 September 2026: Hujan di 13 Daerah dan Waspada Rob

7 hours ago 1
 Hujan di 13 Daerah dan Waspada Rob Cuaca cerah berawan di kawasan Dataran Tinggi Dieng pada Jumat (18/9) pagi berpeluang hujan ringan pada sore hingga awal malam(MI/Akhmad Safuan)

BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca Jawa Tengah yakni potensi hujan ringan akan mengguyur 13 daerah di Jawa Tengah hari ini 18 September 2026. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta ancaman banjir rob di wilayah pesisir utara.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Ferry Oktarisa, menjelaskan bahwa cuaca Jawa Tengah pada pagi hingga siang hari umumnya berawan. Namun, memasuki sore hingga awal malam, hujan ringan berpeluang turun di kawasan pegunungan, dataran tinggi bagian tengah, dan sebagian wilayah pantura.

"Tetap waspada terhadap karhutla, meskipun hujan ringan turun di hampir sebagian daerah di Jawa Tengah. Di musim kemarau panjang ini, banyak tanaman kering yang mudah terbakar," ujar Ferry Oktarisa, Jumat (18/9).

Daftar Wilayah Terdampak Hujan Ringan

Berikut adalah 13 daerah yang diprediksi mengalami hujan ringan pada sore hingga awal malam:

Kawasan Daerah
Pegunungan & Tengah Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Klaten, Karanganyar, Sragen, Bumiayu
Pantura & Sekitarnya Cilacap, Ungaran, Slawi, Semarang

Untuk daerah lainnya, cuaca diprediksi berawan sepanjang hari. Angin bertiup dari arah timur ke selatan dengan kecepatan 10-30 km/jam. Suhu udara berkisar antara 16-36 derajat Celcius dengan kelembaban 35-95 persen. Ferry menambahkan bahwa udara di wilayah pantura akan terasa lebih gerah karena suhu maksimal mencapai 36 derajat Celcius.

Peringatan Gelombang Tinggi dan Banjir Rob

Selain kondisi cuaca di darat, BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang juga mengeluarkan peringatan terkait kondisi perairan. Prakirawan Lessy Andari melaporkan adanya peningkatan ketinggian pasang air laut (rob) di perairan utara dengan maksimum 0,9 meter pada dini hari hingga pagi.

Kondisi ini memicu banjir rob di sejumlah kawasan pesisir pantura, mulai dari Brebes hingga Rembang. "Banjir rob ini dapat mengganggu aktivitas warga seperti transportasi, bongkar muat barang di pelabuhan, dan budidaya perikanan darat," jelas Lessy.

Sementara itu, gelombang tinggi antara 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di:

  • Perairan Selatan: Membentang dari Cilacap hingga Purworejo.
  • Perairan Utara Bagian Timur: Kawasan Karimunjawa (timur dan barat) serta perairan Pati-Rembang.

BMKG mengingatkan bahwa gelombang di atas 1,25 meter berisiko tinggi bagi aktivitas pelayaran, terutama kapal nelayan dan kapal tongkang, khususnya saat kecepatan angin melebihi 15 knot. Warga yang beraktivitas di kawasan pesisir diminta untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. (H-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |