Trump Klaim Bakal Temui Kim Jong Un Tahun Ini

14 hours ago 6
Trump Klaim Bakal Temui Kim Jong Un Tahun Ini Pertemuan Trump dan Kim tahun 2019(AFP)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyatakan niatnya untuk bertemu kembali dengan Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, pada akhir tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menghidupkan kembali hubungan personal yang ia klaim telah terjalin kuat sejak masa jabatan pertamanya.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump di Gedung Putih saat meninjau area helipad baru. Ketika ditanya wartawan mengenai rencana pertemuannya dengan Kim Jong Un di tahun ini, Trump mengonfirmasi hal tersebut secara langsung.

"Ya, saya akan menyampaikannya," ujar Trump.

Trump menegaskan pentingnya menjalin hubungan baik dengan Pyongyang. Dalam keterangannya, ia juga membeberkan penilaian spesifik mengenai kekuatan militer Korea Utara yang dinilainya kini telah memiliki 57 senjata nuklir yang sangat kuat.

Meski demikian, laporan mengenai jalur komunikasi ini sempat ditanggapi adik perempuan Kim Jong Un, Kim Yo Jong. Ia mengaku tidak mengetahui adanya komunikasi terbaru antara Washington dan Pyongyang, namun menegaskan hubungan personal kedua Pemimpin Negara tersebut masih terjalin dengan sangat baik.

"Terkait berita terbaru dari Washington mengenai komunikasi antara pemimpin Korea Utara dan Amerika Serikat, saya sama sekali tidak mengetahuinya," kata Kim Yo Jong dalam pernyataan resminya. Ia menambahkan kakaknya masih memiliki kenangan dan perasaan yang baik terhadap Trump.

Fokus mendadak Trump terhadap Korea Utara serta keputusannya untuk memangkas skala latihan militer bersama South Korea sempat memicu kekhawatiran di antara sekutu AS di Asia. Langkah ini juga menimbulkan spekulasi Trump sedang mengejar pencapaian diplomasi luar negeri di tengah dinamika konflik lain yang dihadapi pemerintahannya.

Trump membela rencananya untuk bertemu Kim Jong Un, meskipun ia terus menekankan sikap tegas terhadap kepemilikan senjata pemusnah massal di wilayah lain.

"Dia memiliki 57 senjata nuklir yang sangat kuat. Harusnya hal itu tidak pernah dibiarkan terjadi... Jika saya presidennya, saya tidak akan membiarkannya," kata Trump merujuk pada Kim Jong Un.

"Tapi dia sudah memilikinya. Saya berhubungan sangat baik dengannya. Saya tidak bisa membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. Dan saya kenal Kim Jong Un dengan sangat baik, dia akan baik-baik saja," lanjutnya.

Meskipun Trump tidak memberikan rinci mengenai jadwal dan lokasi pertemuan, laporan Wall Street Journal menyebutkan bahwa pertemuan tersebut dibidik saat Trump melakukan kunjungan kerja ke Shenzhen, Tiongkok, untuk menghadiri KTT Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) pada November mendatang.

Di sisi lain, pengakuan terbuka mengenai jumlah hulu ledak nuklir Korea Utara terbilang tidak biasa bagi seorang Presiden AS. Secara resmi, Washington tidak mengakui Korea Utara sebagai negara berdaya nuklir. Namun, angka 57 unit yang disebutkan Trump sejalan dengan estimasi lembaga kajian independen dan pemerintah AS yang memperkirakan arsenal nuklir Pyongyang berada di kisaran 50 hingga 60 unit.

Langkah diplomasi ini juga diiringi dengan pengurangan durasi latihan militer gabungan Ulchi Freedom Shield antara AS dan Korea Selatan, yang selesai lebih cepat dari jadwal atas usulan pihak Washington. Latihan gabungan ini selama ini selalu ditentang oleh Pyongyang karena dianggap sebagai persiapan invasi. (AFP/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |