Presiden AS Donald Trump.(Anadolu Agency/Can Hasasu )
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada Iran untuk tidak melakukan aksi balasan setelah militer AS melancarkan serangkaian serangan udara ke wilayah Republik Islam tersebut. Trump menegaskan bahwa Washington telah menyiapkan serangan yang jauh lebih mematikan jika Teheran berani melawan.
Ketegangan meningkat tajam setelah pasukan AS pada Selasa (1/9) melancarkan serangan baru terhadap target-target Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Iran. Komando Pusat (CENTCOM) AS mengumumkan serangan tersebut dilakukan pada pukul 12.00 Eastern Time (23.00 WIB) sebagai respons atas upaya IRGC mengganggu pelayaran komersial di Selat Hormuz dan mengancam personel militer AS di kawasan.
Ancaman Kehancuran Total
Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump mendeskripsikan serangan terbaru di dekat Selat Hormuz sebagai aksi yang "dahsyat dan kuat". Ia memperingatkan bahwa AS tidak akan ragu untuk meningkatkan skala serangan jika situasi memanas.
"Jika Iran membalas serangan yang sangat dapat dibenarkan ini, mereka akan diserang kembali dengan tingkat yang jauh lebih keras dan lebih tinggi," tulis Trump. Ia bahkan menambahkan ancaman yang lebih ekstrem, "Serangan itu sedang menunggu giliran dan ketika semuanya usai, tak akan banyak yang tersisa dari Republik Islam Iran!"
Dalam wawancara telepon dengan Fox News, Trump mengeklaim bahwa operasi militer AS telah berhasil menghancurkan jaringan radar Iran. Ia juga menyebutkan bahwa kapal induk USS George Washington telah disiagakan penuh dengan persenjataan lengkap di kawasan tersebut.
Data Serangan dan Dampak (1 September 2026):
| Bandar Abbas & Sirik | Ledakan besar dilaporkan di kota pelabuhan utama. |
| Pulau Qeshm | Target serangan udara AS terhadap fasilitas IRGC. |
| Selat Hormuz | Dua kapal tanker minyak dihantam proyektil tak dikenal (31/8). |
| Jaringan Radar Iran | Trump mengeklaim banyak sistem radar telah dihancurkan. |
Respons Teheran
Pihak Iran tidak tinggal diam menghadapi agresi tersebut. Kantor berita semiresmi Tasnim melaporkan bahwa militer Iran telah meluncurkan rudal balistik ke sejumlah pangkalan AS di negara-negara tetangga pada Selasa malam sebagai bentuk pembelaan diri.
IRGC melalui kantor berita Fars mengeluarkan pernyataan resmi bahwa Amerika Serikat akan "menyesali serangan-serangan barunya". Ketegangan ini juga dipicu oleh laporan jatuhnya korban sipil dalam serangan di Kabupaten Sirik, yang menurut pihak Iran mengenai sebuah lokasi upacara pernikahan.
Trump menyatakan bahwa sekutu-sekutu AS di Teluk telah diberi tahu sebelum serangan dilancarkan. Namun, ia menegaskan bahwa jika Iran melakukan serangan balasan ketiga, AS tidak akan segan untuk membuat negara tersebut "benar-benar musnah". (Xinhua/Ant/I-1)


















































