Donald Trump.(Al Jazeera)
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pada Senin (20/7/2026) waktu setempat bahwa ia akan memberlakukan tarif sebesar 50 persen terhadap sebagian besar barang asal Kanada. Kebijakan ini akan berlaku efektif dalam 30 hari, kecuali jika Kanada menghapus kebijakan yang disebut pemerintah AS sebagai hambatan perdagangan diskriminatif terhadap produk-produk Amerika.
Langkah drastis ini muncul hanya sehari setelah Trump mengancam akan memberlakukan tarif sebagai bentuk pembalasan atas kebakaran hutan di Ontario. Asap tebal dari kebakaran tersebut dilaporkan menyelimuti sebagian wilayah Amerika Serikat akhir pekan lalu. Trump mengungkapkan kekesalannya setelah menyaksikan final Piala Dunia bersama Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, pada Minggu (19/7).
"Udara kita telah diracuni. Saya memiliki hubungan baik dengan Mark Carney, tetapi Anda tahu kita harus menghentikan kebakaran di sana. Jika kita bisa membantu mereka, kita akan bantu. Namun, mungkin mereka harus membayar ganti rugi kepada kita atau kita harus menerapkan tarif," ujar Trump kepada wartawan.
Alasan di Balik Sengketa Dagang
Meskipun Trump sempat menyinggung masalah kebakaran hutan, seorang pejabat senior pemerintah menyatakan pada Senin bahwa tindakan tarif terbaru ini sebenarnya tidak terkait langsung dengan iritasi presiden terhadap asap kebakaran. Pejabat tersebut menjelaskan bahwa langkah ini merupakan respons terhadap balasan Kanada atas tarif darurat yang diberlakukan Trump pada April 2025 saat produk alkohol AS ditarik dari rak-rak toko di Kanada.
Selain masalah alkohol, pemerintah AS juga mengeluhkan pembatasan Kanada terhadap impor otomotif dan produk susu. Tindakan Senin ini mengandalkan ketentuan dari undang-undang perdagangan tahun 1930 yang jarang digunakan, sehingga memungkinkan pengenaan tarif hingga 50 persen terhadap negara-negara yang mendiskriminasi barang-barang AS.
Dampak Ekonomi dan Pengecualian
Penundaan selama 30 hari memberikan waktu bagi kedua negara untuk menyelesaikan perselisihan sebelum tarif benar-benar berlaku. Jika diterapkan, tarif ini akan mencakup sebagian besar barang Kanada, termasuk yang sebelumnya memenuhi syarat untuk perlakuan bebas bea di bawah perjanjian USMCA (United States-Mexico-Canada Agreement).
Namun, beberapa sektor strategis akan dikecualikan dari kebijakan ini, antara lain:
- Energi
- Pupuk potash
- Mineral kritis
- Produk ikan
Ed Gresser, Wakil Presiden Progressive Policy Institute di Washington D.C., memperingatkan bahwa kebijakan ini berisiko memicu kenaikan harga bagi konsumen menjelang pemilihan paruh waktu pada 3 November mendatang. "Jika Anda sebagai keluarga atau bisnis mengharapkan keringanan musim gugur ini, Anda tidak akan mendapatkannya. Segalanya akan menjadi lebih mahal," kata Gresser.
Taktik Negosiasi atau Perang Dagang?
Beberapa analis melihat ancaman ini sebagai strategi tekanan. Ryan Majerus, mitra di King & Spalding dan mantan pejabat di Kantor Perwakilan Perdagangan AS, menilai penundaan 30 hari tersebut mengindikasikan bahwa ini taktik negosiasi atau leverage.
Saat ini, pemerintah AS sedang menegosiasikan revisi USMCA. Sementara pembicaraan dengan Meksiko berjalan lancar, negosiasi dengan Kanada dilaporkan belum dimulai. Kepala negosiator perdagangan Trump, Jamieson Greer, dijadwalkan mengunjungi Mexico City mulai Rabu untuk melanjutkan pembicaraan dengan pihak Meksiko, di tengah ketegangan yang meningkat dengan Ottawa. (The Washington Post/I-2)

















































