Jelang Revalidasi UNESCO, Satgas Gabungan Temukan Bekas PETI di Kawasan Geopark Merangin

4 hours ago 3
Jelang Revalidasi UNESCO, Satgas Gabungan Temukan Bekas PETI di Kawasan Geopark Merangin Tim Satgas Gabungan menemukan bekas dan peralatan penambangan emas ilegal dalam kawasan Geopark Merangin Jambi.(Doc Polres Merangin)

TIM Satuan Tugas Gabungan (Satgas) Gabungan menemukan bekas aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) dalam kawasan UNESCO Global Geopark (UGGp) Merangin, Provinsi Jambi.

Bekas penambangan emas ilegal tersebut ditemukan Tim Satgas Gabungan saat menyisiri daerah aliran sungai Batang Merangin yang melintasi kawasan situs geologi berusia ratusan juta tahun tersebut sepanjang Senin kemarin (20/7). 

Operasi bersih-bersih PETI dalam kawasan warisan dunia tersebut dikomandoi Kabag Ops Polres Merangin AKP Edi Bernawan. Melibatkan sebanyak 250 orang personel dari kepolisian, Kodim 0420/Sarko, Dinas Lingkungan Hidup dan polisi pamong praja Pemerintah Kabupaten Merangin.

Kapolres Merangin Ajun Komisaris Besar Kiki Fimansyah Effendi membenarkan hal itu kepada Media Indonesia, Salasa petang (21/7). Kegiatan operasi penertiban tersebut wujud dari komitmen bersama untuk menjaga kelestarian dan keselamatan UGGp Merangin dari aktivitas PETI, seperti yang dikhawatirkan Gubernur Jambi Al Haris baru-baru ini.

“Operasi berjalan lancar dan kondusif. Dan alhamdulillah, tidak ditemukan ada aktivitas PETI dalam kawasan Geopark,” ungkap Kiki.

Dijelaskan, dalam operasi tersebut, Tim Satgas gabungan menyisiri tiga titik  lokasi yang dipetakan rawan gangguan PETI. Lokasi dimaksud, yakni kawasan Teluk Wang Sakti Desa Biuku Tanjung, kawasan Mengkaring Desa Merkeh, dan kawasan Geopark di Desa Air Batu, Kecamatan Renah Pembarap.

Pada lokasi kawasan yang disasar, tim hanya menemukan beberapa bekas  penambangan dan peralatan PETI berupa satu unit boks kayu yang lazim digunakan penambang untuk menyaring butiran emas dari pasir dan bebatuan sungai yang dikeruk. Boks kayu tersebut dimusnahkan tim dengan gergaji mesin.

Untuk diketahui, Geopark Merangin diakui sebagai warisan dunia (UGGp) pada 24 Mei 2023 silam. Dan awal Agustus 2026 ini pihak UNESCO akan melakukan revalidasi ulang, untuk memastikan apakah Geopark Merangin masih patut dan memenuhi persyaratan sebagai Taman Bumi warisan dunia. (SL)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |