Presiden AS Donald Trump(White House)
AMERIKA Serikat dan Iran kembali saling melontarkan ancaman setelah kelompok Houthi menyerang dua kapal tanker yang berlayar di sekitar Laut Merah. Insiden tersebut memicu lonjakan harga minyak dunia dan meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan Washington akan menganggap Iran bertanggung jawab atas setiap aksi Houthi. Menurutnya, kelompok tersebut merupakan perpanjangan tangan Teheran sehingga setiap serangan akan dibalas dengan tindakan militer.
"Jika mereka melakukannya lagi, Amerika Serikat akan menganggap Iran bertanggung jawab karena Houthi adalah proksi Iran. Hukuman militer besar akan dijatuhkan kepada Iran dan tentu saja kepada Houthi sendiri," kata Trump melalui media sosial, Kamis (23/7) waktu AS.
Trump juga mengumumkan pemerintah AS akan menggunakan aset Iran yang dibekukan untuk menanggung seluruh kerugian akibat serangan terhadap kapal, kargo, maupun aset lain yang terdampak di kawasan tersebut.
Serangan Houthi terhadap kapal tanker membuat harga minyak mentah Brent melonjak menembus US$100 per barel untuk pertama kalinya sejak Mei. Harga minyak acuan internasional itu naik sekitar 7%.
Kelompok Houthi, yang menguasai sebagian besar wilayah utara dan barat Yaman, sebelumnya mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi. Langkah itu berpotensi mengganggu pengiriman jutaan barel minyak per hari melalui Laut Merah yang selama ini menjadi jalur alternatif untuk menghindari blokade Iran di Selat Hormuz.
Situasi keamanan di kawasan juga terus memburuk setelah gencatan senjata yang hanya bertahan beberapa pekan kembali runtuh. Konflik antara Amerika Serikat dan Iran pun memasuki babak baru dengan serangkaian aksi militer balasan.
Militer AS melancarkan serangan udara ke wilayah Iran pada Rabu malam hingga Kamis. Sebagai respons, Teheran menembakkan rudal ke sejumlah negara Arab yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat. Washington kemudian kembali menggempur sasaran di Iran pada Kamis malam hingga Jumat dini hari.
Media pemerintah Iran melaporkan rudal-rudal menghantam Pulau Qeshm yang berada di Selat Hormuz. Juru bicara Angkatan Bersenjata Iran Mohammad Akraminia menegaskan negaranya tidak akan menghentikan serangan balasan selama Amerika Serikat terus melancarkan operasi militer.
"Serangan balasan angkatan bersenjata akan terus berlanjut selama Amerika Serikat masih menyerang infrastruktur dan wilayah pesisir kami," kata Akraminia, seperti dikutip media pemerintah Iran.
(AFP/P-4)

















































