Menhan Sjafrie Sjamsoeddin (kedua kiri).(Antara)
MENTERI Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin turun langsung menyapa warga terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (17/8) malam. Sjafrie menegaskan kehadiranny sebagai bentuknya hadirnya negara dan warga tidak menghadapi situasi sulit ini sendirian.
Dalam interaksi langsung tersebut, Sjafrie mendengarkan cerita, aspirasi, serta keluhan warga terdampak. Kehadirannya juga mewakili Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat NTT dan sekitarnya.
"Saya hadir di sini mewakili Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang dialami Bapak dan Ibu sekalian. Presiden ingin memastikan bahwa warga terdampak bencana tidak sendirian menghadapi situasi pascabencana ini," ujar Sjafrie, melalui keterangannya, Rabu (19/8),
Sjafrie menjelaskan bahwa peninjauan langsung ke zona terdampak bencana khususnya wilayah Nagekeo yang berada dekat dengan episentrum gempa dilakukan untuk melihat secara presisi kondisi fisik daerah dan kebutuhan riil warga di pengungsian. Langkah ini diambil guna memastikan penyaluran bantuan kemanusiaan serta langkah penanganan darurat yang dikerahkan pemerintah dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
"Kunjungan malam ini penting bagi kami untuk melihat langsung kondisi daerah dan apa yang paling dibutuhkan warga di lapangan. Dengan begitu, bantuan dan penanganan bencana yang dikirimkan pemerintah bisa benar-benar efektif dan tepat sasaran," kata Sjafrie.
Kunjungan Sjafrie ke lokasi bencana dilakukan langsung usai dirinya menghadiri Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 RI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026) siang.
Sjafrie terbang menuju lokasi bencana menggunakan pesawat angkut A400M TNI AU dengan memboyong sekitar 20,9 ton bantuan logistik dan fasilitas darurat. Bantuan tersebut mencakup tenda pengungsi, velbed, jaringan internet Starlink, perlengkapan medis, alat penjernih air (reverse osmosis), hingga bahan pangan dan kebutuhan balita. (Faj/P-3)


















































