Konferensi pers Esmod Jakarta.(Dok. Esmod Jakarta)
PERKEMBANGAN industri fashion (fesyen) yang semakin terhubung secara global menuntut talenta untuk memiliki kemampuan beradaptasi, wawasan lintas budaya, serta pemahaman terhadap berbagai perspektif industri. Karena itu, upaya mendorong talenta di bidang fashion Indonesia agar bisa melangkah ke panggung global terus dilakukan.
Semangat tersebut diketakan menjadi salah satu landasan dihadirkannya Global Mobility Pathway, sebuah inisiatif dari Esmod Jakarta yang membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar dan eksposur internasional melalui jaringan Esmod di negara Prancis, serta kota Tokyo, Dubai, dan Seoul.
Melalui program ini, mahasiswa mereka dapat memulai perjalanan pendidikan di Jakarta sebelum melanjutkan studi di salah satu kampus Esmod dalam jaringan internasional. Kesempatan tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar di lingkungan fashion yang berbeda, memperluas perspektif kreatif, memahami dinamika industri global, serta membangun koneksi internasional yang dapat mendukung perjalanan karier di masa depan.
Ekosistem Belajar Global yang Membawa Dampak Kembali ke Indonesia
Melalui program tersebut, diharapkan akan dapat memberikan pengalaman tersebut secara langsung kepada generasi talenta berikutnya. Lebih dari sekadar pengalaman belajar di luar negeri, program ini diharapkan menjadi jembatan yang memungkinkan mahasiswa membawa kembali pengetahuan, koneksi, dan perspektif baru untuk berkontribusi bagi industri fashion dan ekosistem industri kreatif Indonesia.
Global Mobility Pathway juga membuka kesempatan bagi mahasiswa dari jaringan Esmod International untuk belajar di Jakarta. Pertukaran dua arah ini diharapkan menciptakan lingkungan belajar yang lebih beragam sekaligus memperkenalkan Indonesia sebagai bagian dari ekosistem pendidikan fashion global.
Melalui pengalaman belajar di Jakarta, mahasiswa internasional juga dapat mengenal lebih dekat kekayaan Indonesia, termasuk kain tradisional, teknik kerajinan, budaya, serta potensi kreatif lokal yang dapat menjadi sumber inspirasi dalam pengembangan karya.
Chief Marketing Officer, Esmod Jakarta, Suryo Danuwinoto mengatakan sejak hadir pada 1996, mereka telah menghasilkan kurang lebih 1.000 lulusan yang mengambil berbagai peran di industri fashion dan kreatif, mulai dari desainer, entrepreneur, profesional industri, hingga berbagai bidang kreatif lainnya.selaku menyampaikan “Global Mobility Pathway merupakan langkah lanjutan dari perjalanan selama 30 tahun dalam mempersiapkan talenta fashion Indonesia. Kami ingin mahasiswa tidak hanya siap memasuki industri global, tetapi juga mampu membawa perspektif, kreativitas, dan identitas Indonesia ke dalam ekosistem fashion internasional," katanya, dalam keterangan resmi, Rabu, (19/8).
Dampak tersebut dapat terlihat dari perjalanan sejumlah alumni mereka yang terus berkembang dan berkontribusi di industri. Sapto Djojokartiko dan Ria Miranda, misalnya, telah membangun brand yang dikenal luas dengan jaringan store di berbagai wilayah Indonesia. Hian Tjen, desainer ternama Indonesia yang karyanya kerap dikenakan figur publik Indonesia. Sementara itu, Yogie Pratama telah membawa karyanya ke panggung internasional, termasuk melalui karya custom yang dikenakan oleh penyanyi dan entertainer dunia, Christina Aguilera.
Kontribusi tersebut juga terus berlanjut melalui generasi alumni terbaru. Beatrice Angelica dan Gabriel Marcella menjadi contoh membangun koneksi dan kolaborasi di tingkat internasional melalui kerja sama dengan desainer dari Prancis.
“Ketika mahasiswa berpindah lingkungan, mereka juga dipaksa untuk keluar dari cara berpikir yang familiar. Di situlah pembelajaran terjadi. Mereka belajar membaca budaya, beradaptasi dengan cara kerja yang berbeda, dan menemukan bagaimana identitas kreatif Indonesia dapat diterjemahkan dalam konteks internasional," ungkap Deputy Director of Academic Programs, Guillaume Oger.
“Saya melihat program ini bukan hanya sebagai kesempatan untuk belajar di luar Indonesia, tetapi sebagai kesempatan untuk melihat sejauh mana kreativitas saya dapat berkembang ketika berada di lingkungan yang berbeda. Saya ingin kembali dengan perspektif yang lebih luas, tanpa kehilangan apa yang membuat saya sebagai talenta Indonesia," tutur Maica Arjun, mahasiswa Esmod Jakarta jurusan Fashion Design 2024. (H-3)


















































