Sering Minum Soda dan Jus Kemasan? Awas Risiko Kanker Lambung Mengintai Anda

12 hours ago 6
Sering Minum Soda dan Jus Kemasan? Awas Risiko Kanker Lambung Mengintai Anda ilustrasi(Magnific)

MINUMAN manis seperti soda, jus kemasan, hingga minuman berenergi kerap menjadi pelengkap konsumsi harian masyarakat. Namun, dibalik kesegarannya, kebiasaan mengonsumsi minuman bergula secara rutin ternyata menyimpan ancaman kesehatan yang mematikan.

Studi kesehatan jangka panjang terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Gastro Hep Advances mengungkapkan bahwa konsumsi rutin minuman manis bertakar gula tinggi dapat meningkatkan risiko terkena kanker lambung lebih dari dua kali lipat.

Bahaya Fruktosa dan Lonjakan Risiko Kanker

Riset terintegrasi yang melibatkan analisis rekam medis lebih dari 112.000 peserta di Amerika Serikat ini mengevaluasi dampak minuman manis terhadap kesehatan pencernaan selama puluhan tahun:

  • Peningkatan Risiko Signifikan: Individu yang mengonsumsi setidaknya satu porsi minuman manis per hari memiliki risiko terkena kanker lambung 2,45 kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang jarang meminumnya.
  • Kerentanan Berdasarkan Gender: Dampak lonjakan risiko tercatat lebih tinggi pada wanita, yaitu mencapai hampir tiga kali lipat, sementara pada pria risikonya mendekati dua kali lipat.
  • Peran Senyawa Fruktosa: Peneliti menemukan bahwa tingginya asupan pemanis fruktosa dalam gula tambahan menjadi faktor utama yang berkorelasi positif dengan pembentukan sel kanker pada sistem pencernaan.
  • Bebas Infeksi Bakteri: Asosiasi antara gula dan kanker lambung ini terbukti berdiri sendiri, tidak bergantung pada ada atau tidaknya infeksi bakteri H. pylori yang selama ini dikenal sebagai pemicu utama gangguan lambung.

Alternatif Minuman dan Langkah Pencegahan

Menariknya, studi tersebut tidak menemukan peningkatan risiko kanker lambung pada minuman yang menggunakan pemanis buatan (diet soda atau teh tanpa gula). Kendati demikian, para ahli kesehatan tetap merekomendasikan pengurangan gula secara menyeluruh sebagai opsi terbaik.

Untuk menekan risiko bahaya, masyarakat diimbau mulai mengganti kebiasaan minum manis harian dengan air putih, air mineral berkarbonasi tanpa pemanis, atau teh tawar segar. Langkah sederhana ini tidak hanya melindungi lambung, tetapi juga mencegah risiko penyakit metabolik lainnya.

(Eatingwell/P-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |