Gedung Putih Rilis Game Arcade MAGA: Pemain Bisa Deportasi Migran dan Bangun Tembok

4 hours ago 2
 Pemain Bisa Deportasi Migran dan Bangun Tembok Gedung Putih luncurkan situs game arcade bertema MAGA yang izinkan pemain deportasi migran. Langkah ini menuai kecaman tajam dari aktivis HAM.(White House)

PEMERINTAHAN Presiden Amerika Serikat Donald Trump meluncurkan situs web yang menampilkan serangkaian game arcade klasik dengan sentuhan Make America Great Again (MAGA). Dalam game tersebut, para pemain dapat melakukan tindakan seperti mendportasi migran dan membangun tembok perbatasan.

Peluncuran game daring ini langsung memicu kritik tajam dari kelompok hak asasi manusia. Langkah ini dinilai tidak sensitif karena dirilis di tengah upaya pemerintahan Trump yang sedang meningkatkan program penangkapan dan deportasi massal bagi migran tanpa dokumen.

Salah satu game yang dihadirkan bernama Rio Run, sebuah versi pembaruan dari game klasik Snake. Game ini menampilkan karakter digital dari pejabat perbatasan AS, Tom Homan, yang mengejar migran dengan berbagai warna kulit di dekat Sungai Rio Grande di perbatasan Meksiko.

Game lainnya yang mengusung konsep penyusunan balok mirip Tetris diberi nama Build the Wall. Petunjuk dalam game tersebut menuliskan, "Lindungi perbatasan dari rombongan yang datang."

Sementara itu, game ketiga melibatkan misi mengumpulkan jaring untuk dimasukkan ke dalam "Akun Trump". Ini merujuk pada akun investasi berisi setoran dana sebesar 1.000 dolar AS untuk anak-anak yang lahir pada rentang tahun 2025 hingga 2028.

Melalui akun resminya di platform X, Gedung Putih mengunggah video yang menampilkan logo MAGA yang dirancang menyerupai logo pembuat video game ternama, Sega. Unggahan tersebut disertai keterangan, "TIDAK BISA BERHENTI MENANG. Bangun temboknya. Deportasi. Isi Akun Trump."

Pihak Gedung Putih memberikan tanggapan resmi mengenai peluncuran ini. "Pemerintahan ini sangat berfokus pada cara-cara berinovasi dan menceritakan kisah tentang berbagai pencapaian Presiden dengan cara yang beresonansi dengan setiap warga Amerika," tulis Gedung Putih dalam sebuah pernyataan kepada AFP. "Ini adalah upaya untuk semakin memperkontraskan antara budaya kesenangan dan kemenangan dengan visi sosialis gelap yang dimiliki Partai Demokrat untuk Amerika."

Di sisi lain, aktivis kemanusiaan menyampaikan kecaman keras atas hadirnya situs game tersebut. Co-director Frontera Federation di Eagle Pass, Texas, Amerika Garcia Grewal, menyuarakan kekecewaannya secara terbuka. "Ini membuat saya muak. Mereka telah mempermainkan kehidupan orang-orang selama bertahun-tahun, sekarang mereka membuat video game tentang apa yang mereka lakukan," ungkap Amerika Garcia Grewal kepada AFP. Ia menambahkan bahwa para perancang game tersebut "telah kehilangan sentuhan dengan apa artinya menjadi manusia dan peduli pada sesama."

Kritik senada disampaikan Adriana Jasso, koordinator program untuk AMIGOS San Diego Community yang bekerja di wilayah perbatasan. Ia menilai game bergaya arcade ini menunjukkan kurangnya rasa keseriusan yang mendasar dari pihak pemerintah. "Kekejaman, ekstremitas dari pemerintahan ini... tidak lagi mengejutkan," ujarnya. Adriana menilai Gedung Putih tampak sengaja ingin tidak memanusiakan dan mengolok-olok migran, bahkan saat ada orang yang meninggal di pusat penahanan. "Ini menyajikan masalah seolah-olah ini adalah sebuah permainan, padahal sebenarnya tidak."

Langkah ini sejalan dengan kampanye Trump yang berjanji akan mengusir jutaan migran tanpa dokumen. Sejak kembali berkuasa, ia telah mengambil berbagai tindakan yang bertujuan untuk mempercepat deportasi dan mengurangi perlintasan perbatasan. Gedung Putih sendiri memang kerap memanfaatkan aksi di media sosial untuk menegaskan pandangannya sekaligus memancing reaksi lawan politiknya. (AFP/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |