Asap membubung setelah terdengar ledakan di pusat kota Teheran, Iran, (1/4/2026).(Xinhua/Shadati)
KORPS Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran melancarkan serangan balasan besar-besaran terhadap pangkalan dan aset militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah pada Selasa (1/9) malam. Langkah ini diambil sebagai respons atas serangan udara AS yang menyasar sejumlah provinsi di Iran selatan dan menyebabkan jatuhnya korban sipil.
Dalam pernyataan resmi melalui Sepah News, IRGC mengonfirmasi bahwa pasukan dirgantara mereka telah menembakkan rudal balistik dan drone ke dua titik strategis utama, yakni Kamp Titin di Yordania dan Pangkalan Udara Shaikh Isa di Bahrain. Serangan tersebut diklaim menghancurkan fasilitas utama, helikopter tempur, serta menyebabkan korban jiwa di pihak tentara AS.
Pihak Iran menegaskan bahwa tindakan ini merupakan balasan langsung atas pengeboman lokasi sipil oleh AS, termasuk serangan mematikan terhadap sebuah acara pernikahan di wilayah Sirik, Provinsi Hormozgan. Selain serangan rudal, sistem pertahanan udara Iran dilaporkan berhasil menembak jatuh sebuah drone MQ-9 Reaper milik AS.
Berikut adalah data terkait dampak serangan dan wilayah yang menjadi sasaran agresi awal AS di Iran selatan:
| Korban Sipil (Iran) | Sedikitnya 5 tewas (termasuk anak 4 tahun & wanita), >50 luka-luka. |
| Lokasi Ledakan di Iran | Sirik, Bandar Abbas, Qeshm, Jask, Konarak, Chabahar, Jiroft, Asaluyeh. |
| Target Balasan IRGC | Kamp Titin (Yordania) & Pangkalan Udara Shaikh Isa (Bahrain). |
| Intersepsi Yordania | 10 dari 13 rudal balistik Iran berhasil dihancurkan oleh JAF. |
Ancaman Penutupan Selat Hormuz
IRGC memperingatkan bahwa agresi AS hanya akan memperkuat tekad angkatan bersenjata Iran untuk menumpas pasukan asing di jalur pelayaran strategis. Mereka menekankan bahwa serangan AS akan memperpanjang penutupan Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital energi global.
Angkatan Bersenjata Yordania (JAF) mengonfirmasi adanya aktivitas militer di wilayah udara mereka. JAF menyatakan berhasil mencegat 10 rudal Iran, sementara tiga rudal lainnya jatuh di area terpencil tanpa menimbulkan korban jiwa di wilayah Yordania.
Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, komando militer tertinggi Iran, menyatakan bahwa pihaknya siap melancarkan hantaman yang lebih menghancurkan jika AS terus melanjutkan agresi udara di wilayah kedaulatan Iran. Hingga saat ini, ketegangan di kawasan tersebut dilaporkan masih berada pada level tertinggi pasca pengumuman resmi dari Komando Pusat (CENTCOM) AS mengenai dimulainya operasi terhadap target-target IRGC. (Xinhua/Ant/I-1)


















































