'Revenge Dress' Putri Diana Dilelang Setelah 30 Tahun, Tembus Ratusan Ribu Dolar

1 week ago 18
'Revenge Dress' Putri Diana Dilelang Setelah 30 Tahun, Tembus Ratusan Ribu Dolar Gaun hitam ikonik 'revenge dress' milik mendiang Putri Diana dijual untuk pertama kalinya dalam hampir 30 tahun. Simak sejarah dan estimasi harga lelangnya.(Instagram)

GAUN malam ikonik "revenge dress" milik mendiang Putri Diana yang melanggar protokol kerajaan dan menjadi momen fenomena budaya pop, akan dijual untuk pertama kalinya dalam hampir 30 tahun.

Gaun malam memukau karya perancang asal Yunani, Christina Stambolian, tersebut akan dipamerkan di London bulan ini, sebelum diboyong ke Hong Kong, Jenewa, dan New York. Gaun ini diperkirakan akan terjual hingga US$300.000 (Sekitar Rp5,4 miliar) saat dilelang pada 9 Desember mendatang.

Princess of Wales mengenakan gaun hitam ketat tersebut pada 29 Juni 1994, hari yang sama ketika suaminya saat itu, yang kini menjadi Raja Charles III, mengakui perselingkuhannya dalam sebuah dokumenter ITN. Pengakuan tersebut disaksikan 13 juta penonton di seluruh Inggris.

Diana memilih hadir di sebuah acara di Serpentine Gallery, London, dengan gaun memikat hingga mendapat julukan khusus sebagai "revenge dress" atau gaun balas dendam.

Diana memadukan gaun sutra bahu terbuka tersebut dengan sepatu hak tinggi hitam, tas genggam hitam, cat kuku merah tebal, serta kalung choker berhiaskan permata, yang dibuat dari pin bros berlian dan safir antik pemberian Ibu Suri Ratu Elizabeth sebagai hadiah pernikahan.

"Fashion bisa menjadi sebuah bahasa ketika kata-kata gagal atau merasa tidak cukup. Putri Diana memahami hal itu secara instinktif," kata Morgane Halimi, kepala bagian tas tangan dan fashion di rumah lelang Sotheby's, dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis.

"Dengan caranya sendiri, Putri Diana mengubah gaun tersebut menjadi salah satu pesan paling kuat yang pernah dia buat, selama salah satu episode hidupnya yang paling diawasi dan emosional," tambah Halimi.

Simbol Keteguhan Hati dan Kekuatan

Pada masa itu, pakaian berwarna hitam hanya dianggap layak untuk anggota kerajaan saat menghadiri pemakaman. Desain Stambolian merupakan variasi dari little black dress, sebuah konsep fashion yang pertama kali dicetuskan oleh Coco Chanel pada tahun 1926 untuk meredefinisi warna hitam dari simbol duka menjadi keanggunan moderen.

Stambolian mengungkapkan dalam dokumenter Channel 4 tahun 2013 bahwa Diana mengambil keputusan impulsif untuk mengenakan gaun hitam tersebut setelah tersimpan di lemari pakaiannya selama tiga tahun karena khawatir dinilai "terlalu berani".

"Apa yang menjadi momen viral global, jauh sebelum media sosial membuat istilah itu menjadi hal biasa, juga memberikan lisensi kepada siapa pun, terutama perempuan, untuk menggunakan fashion melampaui sekadar hiasan dan jauh lebih disengaja serta bermakna: sebagai perisai, senjata, atau keduanya," kata Halimi.

"Apa yang bertahan selama puluhan tahun bukanlah skandal di sekitar malam itu, melainkan pameran rasa percaya diri dan penguasaan diri dari Putri Diana," lanjut Halimi.

Menurut penata gaya yang membantunya bersiap saat itu, Anna Harvey, Diana "ingin terlihat seperti bernilai satu juta dolar" saat melangkah keluar mengenakan gaun tersebut.

Riwayat Penjualan dan Rangkaian Pameran

"Revenge dress" terakhir kali dijual pada Juni 1997, ketika Diana menggalang dana untuk yayasan kanker payudara dan AIDS dengan melelang 79 gaunnya. Gaun tersebut kemudian sempat muncul di acara penggalangan dana amal di Skotlandia sebelum terakhir kali dipamerkan di Paisley Museum hampir tiga dekade lalu.

Salinan langka katalog dari penjualan asli, yang mencantumkan Pangeran William sebagai perancang penjualan dan ditandatangani mendiang putri serta perancang gaun, akan dijual bersama gaun tersebut.

"Mendiang suami saya dan saya tahu bahwa gaun ini adalah sesuatu yang spesial," ujar pemilik anonim yang membeli gaun tersebut pada 1997. "Putri Diana berjalan menuju malam terburuk dalam hidupnya dan Anda tidak akan pernah mengetahuinya hanya dengan melihatnya. Pakaian itu berubah dari sekadar gaun koktail menjadi sebuah pernyataan tegas dalam waktu yang dibutuhkan untuk memotretnya."

"Tiga puluh tahun berlalu, Anda dapat mengucapkan kata-kata itu di mana saja di dunia dan semua orang tahu persis gaun mana yang Anda maksud," tambahnya. "Saya berharap gaun ini jatuh ke tangan seseorang yang akan menikmati kepemilikannya sama seperti kami."

Sebagian dari hasil penjualan lelang akan didonasikan ke lembaga amal layanan kesehatan NHS Lothian Charity.

Sebelum dilelang di New York pada 2 Desember, gaun ini akan diresmikan di Sotheby's London pada 18 September hingga 24 September, dilanjutkan pameran di Hong Kong pada 1-15 Oktober, serta di Jenewa pada 6-11 November. (CNN/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |