Ilustrasi(Dok Haier)
PERSAINGAN industri peralatan rumah tangga global semakin menuntut perusahaan untuk tidak hanya mengandalkan kapasitas produksi dan jaringan distribusi. Kemampuan memahami karakter pasar lokal serta memanfaatkan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial (AI), menjadi faktor penting untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing.
Strategi tersebut tercermin dalam kinerja Haier Smart Home yang kembali masuk dalam daftar Fortune Global 500 2026 yang dirilis pada 28 Juli. Perusahaan naik 12 peringkat ke posisi 378, sekaligus memperpanjang kehadirannya dalam daftar perusahaan terbesar dunia tersebut menjadi sembilan tahun berturut-turut.
Kenaikan tersebut juga menjadi peningkatan peringkat tahunan terbesar yang pernah dicatat Haier Smart Home. Pencapaian ini menunjukkan kombinasi strategi ekspansi global dengan pendekatan berbasis kebutuhan lokal serta integrasi AI ke dalam berbagai proses bisnis perusahaan.
Dalam ekspansi globalnya, Haier Smart Home mengelola sejumlah merek, antara lain Haier, Casarte, Leader, GE Appliances, Fisher & Paykel, AQUA, dan Candy. Strategi tersebut dijalankan dengan memberikan ruang bagi masing-masing merek untuk menyesuaikan produk, manufaktur, riset dan pengembangan (R&D), serta strategi bisnis dengan karakteristik pasar setempat.
Di Amerika Utara, misalnya, GE Appliances mempertahankan posisi sebagai perusahaan peralatan rumah tangga No. 1 di Amerika Serikat selama empat tahun berturut-turut. Kinerja tersebut menjadi salah satu bagian dari strategi mempertahankan kekuatan merek lokal di tengah ekspansi global.
Sementara itu, di Eropa, Haier Smart Home menerapkan strategi yang lebih tersegmentasi berdasarkan karakteristik masing-masing negara. Pendekatan tersebut ditujukan untuk mempercepat respons terhadap kebutuhan konsumen sekaligus meningkatkan relevansi produk di pasar.
Salah satu penerapannya terlihat pada pengembangan mesin cuci X11 melalui kolaborasi tim R&D di Nuremberg, Milan, dan Tiongkok. Produk tersebut diklaim mampu mengonsumsi energi 70% lebih rendah dibandingkan standar kelas energi A tertinggi di Eropa. Produk tersebut telah terjual lebih dari satu juta unit di 20 negara.
Di Asia Tenggara, strategi lokalisasi diperkuat melalui pengembangan kapasitas manufaktur. Haier Smart Home menempati posisi No. 1 di kawasan tersebut dan terus memperluas basis produksi lokal, termasuk melalui fasilitas produksi pendingin udara baru.
Kedekatan fasilitas manufaktur dengan pasar dinilai menjadi bagian penting untuk mempertahankan posisi sebagai pemain lokal sekaligus mempercepat respons terhadap perubahan kebutuhan konsumen.
Di sisi internal, Haier Smart Home mengintegrasikan AI ke dalam berbagai proses operasional perusahaan. Model AI khusus domain dan platform teknologi terpadu dikembangkan untuk mendukung aktivitas mulai dari riset dan pengembangan, pengadaan, manufaktur, logistik hingga operasional kantor.
Salah satu teknologi yang dikembangkan ialah ZhiXiaoNeng, asisten digital berbasis AI yang diluncurkan pada 27 Januari 2026. Teknologi tersebut telah digunakan lebih dari 60.000 pengguna dan berfungsi sebagai super-agent yang dapat menjalankan alur kerja secara mandiri di berbagai fungsi bisnis.
Dalam proses manufaktur, misalnya, ZhiXiaoNeng dapat menyusun rencana proses berdasarkan data historis dalam hitungan menit untuk pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan waktu berjam-jam. Penerapan tersebut disebut mampu meningkatkan akurasi hingga 20% dan mengubah peran insinyur dari penyusun draf menjadi peninjau hasil.
Integrasi AI juga berdampak terhadap sejumlah indikator operasional. Siklus pengembangan produk baru dipangkas 30%, sedangkan efisiensi manufaktur meningkat 20%. Pada saat yang sama, rasio beban operasional atau selling, general and administrative expenses (SG&A) tercatat menurun selama lima tahun berturut-turut.
Efisiensi tersebut berkaitan dengan konsep organizational velocity, yakni kemampuan perusahaan menerjemahkan masukan dan sinyal dari konsumen menjadi perubahan produk, penyesuaian layanan, maupun pengembangan skenario baru secara lebih cepat.
Dalam industri yang menghadapi perubahan kebutuhan konsumen dan perkembangan teknologi secara cepat, kemampuan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan daya saing.
Integrasi strategi pasar dan AI juga diterapkan dalam pengembangan ekosistem smart home. AI tidak hanya ditempatkan sebagai fitur tambahan pada perangkat rumah tangga, tetapi dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem yang menghubungkan berbagai perangkat dan skenario penggunaan.
Melalui pendekatan berbasis AI Agent, perangkat pintar dikembangkan untuk mengantisipasi kebutuhan pengguna sekaligus mengoordinasikan interaksi antarperangkat. Konsep tersebut kemudian diperluas untuk menghubungkan manusia, kendaraan, rumah, dan komunitas dalam pengalaman yang lebih terintegrasi.
Skala penggunaan ekosistem tersebut menunjukkan bahwa penerapan AI telah berkembang melampaui tahap eksperimental. Haier Smart Home mencatat 130 juta pengguna terdaftar di seluruh dunia dengan 86,1 miliar interaksi skenario setiap tahun.
Kombinasi ekspansi berbasis kebutuhan lokal dan integrasi AI menunjukkan perubahan strategi dalam industri peralatan rumah tangga. Persaingan kini tidak hanya ditentukan oleh kapasitas produksi dan jaringan distribusi, tetapi juga oleh kemampuan perusahaan mempertahankan kekuatan merek, memahami pasar lokal, mempercepat inovasi, dan mengoptimalkan teknologi. (E-4)


















































