Peringatan 25 Tahun Tragedi 9/11: Tanpa Trump dan Sorotan Wali Kota Muslim New York

1 week ago 16
Peringatan 25 Tahun Tragedi 9/11: Tanpa Trump dan Sorotan Wali Kota Muslim New York Peringatan 25 tahun tragedi 11 September di New York diwarnai absensi Donald Trump dan sorotan terhadap kehadiran Wali Kota Muslim pertama, Zohran Mamdani.(AFP)

KOTA New York memperingati 25 tahun tragedi serangan 11 September 2001 pada hari Jumat. Upacara peringatan di panggung Ground Zero tahun ini diwarnai oleh ketidakhadiran Presiden Amerika Serikat Donald Trump serta gelombang protes dari kelompok sayap kanan terkait kehadiran wali kota Muslim pertama di kota tersebut.

Donald Trump memilih memberikan penghormatan di Pentagon alih-alih hadir di New York, lokasi di mana pembajakan pesawat menghancurkan menara kembar World Trade Center dan menewaskan sebagian besar dari total 2.977 korban jiwa.

Meski tanpa kehadiran Trump, Wakil Presiden JD Vance bersama empat mantan presiden AS yang masih hidup, George W. Bush, Joe Biden, Barack Obama, dan Bill Clinton, dijadwalkan hadir di lokasi memorial "Ground Zero" di Manhattan Selatan.

Sesuai tradisi, tidak ada pidato politik yang disampaikan dalam upacara tersebut. Pihak keluarga korban membacakan daftar seluruh nama korban tewas, diiringi dentang lonceng yang dibunyikan pada setiap momen krusial serangan.

"Peringatan seperti ini dan diskusi mengenai peristiwa tersebut merupakan bagian penting untuk menjaga ingatan tetap hidup dan memahami bagaimana kita mencegah tragedi seperti ini terjadi lagi," ujar Robert Kafka, seorang warga asal Chicago yang mengunjungi 9/11 Memorial.

Kontroversi Kehadiran Wali Kota dan Udara Beracun

Di antara deretan mantan presiden yang hadir, keberadaan Wali Kota Zohran Mamdani menjadi sorotan tajam. Mamdani, yang merupakan wali kota Muslim pertama di New York, mendapat penolakan lewat kampanye penolakan yang dipelopori oleh media sayap kanan New York Post dan mantan wali kota Rudy Giuliani. Sebuah petisi yang mengumpulkan lebih dari 100.000 tanda tangan menuduh Mamdani menjalin hubungan dengan pihak-pihak yang tidak kritis terhadap ideologi ekstremis.

Anggota dewan kota, Shahana Hanif, membela Mamdani dan menyampaikan keprihatinannya. "Sangat mengkhawatirkan bagi saya bahwa wali kota diperlakukan secara berbeda hanya karena dia seorang Muslim," ujar Hanif kepada CNN.

Mamdani sendiri meraih banyak apresiasi setelah baru-baru ini membuka ribuan dokumen yang mengungkap tingkat racun udara di Manhattan Selatan pasca-serangan. Runtuhnya World Trade Center menyisakan debu beracun yang memicu penyakit kanker pada ribuan warga New York hingga hari ini.

"Orang-orang jatuh sakit karena pemimpin yang mereka percayai berbohong dan memberi tahu bahwa mereka aman untuk menghirup udara beracun," tegas Mamdani.

Dampak Panjang Peristiwa 9/11

Peristiwa pada tahun 2001 tersebut melibatkan 19 anggota Al-Qaeda yang membajak empat pesawat komersial. Dua pesawat menabrak Menara Kembar World Trade Center hingga runtuh, satu pesawat dihantamkan ke markas Pentagon, sementara pesawat keempat jatuh di area lapangan dekat Shanksville, Pennsylvania, setelah para penumpang melakukan perlawanan.

Selain korban yang tewas pada hari kejadian, program medis federal mencatat lebih dari 9.400 orang meninggal akibat penyakit yang berkaitan dengan paparan dampak 9/11 pasca-kejadian. Saat ini, sekitar 100 juta warga Amerika Serikat belum lahir atau terlalu muda untuk mengingat tragedi tersebut secara langsung.

Logan Miller, 32, yang kehilangan paman dan kakeknya akibat dampak penyakit pasca-9/11, merasakan pergeseran persepsi generasi muda. "Saya pikir generasi berikutnya tidak dapat membayangkan apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana seseorang dapat terdampak olehnya, jadi saya justru melihat mereka mengajukan lebih banyak pertanyaan," tuturnya kepada AFP.

Keamanan Ketat dan Peringatan Visual

Menjelang upacara utama, aparat keamanan menerapkan pengamanan super ketat di sekitar area 9/11 Memorial and Museum. Komisaris Polisi Jessica Tisch mengonfirmasi pengerjaan tim anti-drone sebagai langkah pencegahan, meski memastikan tidak ada ancaman intelijen yang spesifik.

Sementara itu, kelompok Al-Qaeda memperingati momentum ini dengan merilis video yang menampilkan mendiang pemimpin mereka, Osama bin Laden, beserta putranya, Hamza.

Sebagai bentuk penghormatan visual jelang upacara, sebuah pertunjukan drone yang menampilkan 2,977 titik cahaya mengudara di atas Pelabuhan New York, mewakili setiap nyawa yang melayang dalam tragedi bersejarah tersebut. (AFP/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |