Pecatur Junior Digembleng Lewat Japfa Chess Festival 2026

11 hours ago 5
Pecatur Junior Digembleng Lewat Japfa Chess Festival 2026 Pertandingan Japfa Chess Festival 2026(Percasi)

Penyelenggaraan Japfa Chess Festival 2026 yang digelar di Jakarta menyelsaikan hari ketiga pada Kamis (3/9). Turnamen edisi ke-16 tersebut turut menjadi wadah mengasah kemampuan pecatur junior di berbagai kategori pertandingan.

Edisi tahun ini mempertandingkan 14 kategori dengan total hadiah sekitar Rp300 juta. Kompetisi tersebut mencakup sejumlah kelompok, mulai dari junior putra-putri (U-10, U-14, U-18), open, wanita, veteran berusia 55 tahun ke atas, hingga pertandingan beregu antarkaryawan perusahaan atau instansi. Sebanyak 523 pecatur dari 23 provinsi ambil bagian. Peserta asing yang turut meramaikan turnamen berasal dari Jepang, India, Uzbekistan, Kazakhstan, dan Vietnam.

Vice President-Head of Internal Audit PT Japfa Comfeed Indonesia, Ng Iwan, menyatakan turnamen tersebut juga bertujuan memberikan pengalaman bertanding di level nasional bagi atlet muda, termasuk mereka yang terjaring melalui program Japfa for Kids. Dia menegaskan komitmen untuk terus konsisten mendorong pembinaan. Fokus utama kali ini memberikan jam terbang bagi atlet muda.

"Kami senang selain membina, mereka punya kesempatan bertanding di event bertaraf nasional," kata Ng Iwan.

Sebanyak 10 pecatur hasil seleksi program tersebut akan menjalani pemusatan latihan (training camp) selama satu bulan di Japfa Training Center, Bogor. Langkah itu juga menjadi persiapan bagi para atlet untuk terjun ke Kejuaraan Nasional (Kejurnas).

"Kami ingin memberikan pengalaman. Setelah ini mereka akan mengikuti camp untuk dilatih oleh pecatur senior seperti GM Susanto Megaranto dan IM Tirta Chandra Purnama," kata Ng Iwan.

Persaingan Kategori Open Masih Ramai

Pada turnamen kategori Open, persaingan papan atas masih sangat terbuka. Hingga babak kelima, WIM Shafira Devi Herfesa tampil mengejutkan memimpin klasemen dengan poin sempurna yaitu 5 poin. Pada babak kelima Shafira menundukkan IM Azarya Jodi Setyaki. Di bawahnya, lima pecatur termasuk IM Anjas Novita dan IM Arif Abdul Hafiz membayangi dengan raihan 4,5 poin.

IM Arif Abdul Hafiz bermain remis melawan IM Anjas Novita pada babak kelima. Menggunakan pembukaan Sicilian Richter-Rauzer, Arif sebenarnya sempat unggul dua pion di tengah permainan. Arif menyebut keikutsertaannya kali ini untuk menguji permainan jelang Olimpiade Catur di Uzbekistan, September mendatang.

"Target saya di sini memang untuk tes pembukaan sebelum Olimpiade, jadi saya pilih main tempur habis-habisan," ucap Arif.

Pada partai duel internasional, dua pecatur muda Indonesia, IM Satria Duta Cahaya dan WIM Laysa Latifah, harus puas berbagi poin dengan lawan mereka di babak ketiga. Satria Duta bermain imbang melawan IM Khuong Duy Dau dari Vietnam sedangkan Laysa menahan WGM Xeniya Balabayeva dari Kazakhstan.

Hasil tersebut membuat Duta dan Laysa masing-masing mengemas 1 poin dari tiga babak yang telah dimainkan sedangkan lawan-lawan mereka mengumpulkan 2 poin.

Pengamat catur Kristianus Liem memprediksi meski Duta dan Laysia kualitasnya di bawah pecatur Vietnam dan Kazhakstan, keduanya masih berpeluang memenangi duel jika mampu memaksimalkan permainannya di enam babak catur cepat dan catur kilat.

“Untuk catur klasik, harus diakui, pecatur Vietnam dan Kazhakstan lebih unggul. Kalau ingin menang, Duta dan Laysa harus benar-benar memanfaatkan enam babak catur kilat dan catur cepat. Keduanya harus berani bermain agresif,” kata Kristianus Liem. (E-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |