Data NTSB mengungkap detik-detik pesawat kargo Amazon tergelincir di Miami hingga menewaskan 5 orang. Pilot sempat peringatkan kecepatan tinggi.(AFP)
DATA penerbangan terbaru yang dirilis Badan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) mengungkapkan salah satu pilot pesawat kargo Amazon sempat memberikan peringatan terkait kecepatan pesawat yang terlalu tinggi sebelum tergelincir keluar landasan, menabrak kendaraan, dan terbakar di Miami, Florida.
Pembaruan investigasi dari NTSB mencatat seorang pilot berulang kali memperingatkan pilot lainnya di dalam kokpit mengenai "kecepatan berlebih pada pesawat". Meskipun demikian, NTSB menggarisbawahi "tidak ada respons verbal yang konsisten" dari pilot lainnya, bahkan saat alarm ketinggian mulai berbunyi.
Pesawat jenis Boeing 767-300 tersebut mencatatkan kecepatan pendaratan mencapai 158 knot (292 km/jam), yang dinilai para ahli berada pada batas atas kecepatan aman.
NTSB kini memimpin investigasi atas insiden kecelakaan tragis yang merenggut lima korban jiwa dan melukai lima orang lainnya tersebut.
Alarm Otomatis dan Penyebaran Flap
Data penerbangan yang dirilis NTSB mencakup rincian kecepatan pesawat, ketinggian, keterlambatan penyebaran flap, serta ringkasan percakapan antara kedua pilot. Ringkasan tersebut menunjukkan peringatan dari pilot mengenai kecepatan terus berlangsung hingga akhir rekaman tanpa diimbangi respons verbal yang konsisten.
Dalam menit-menit terakhir sebelum kecelakaan, sistem keselamatan otomatis memicu alarm elektronik "sink rate sink rate" yang merupakan peringatan dini atas kecepatan penurunan pesawat. Selain itu, pemicu keselamatan elektronik "too low terrain" juga berbunyi sebagai peringatan bahwa pesawat terbang terlalu dekat dengan daratan tanpa persiapan pendaratan yang matang.
Pengacara penerbangan Pablo Rojas menyampaikan kepada CBS News bahwa sulit untuk memastikan apa yang dimaksud NTSB terkait respons verbal yang tidak konsisten tanpa mendengarkan rekaman aslinya secara langsung.
"Namun, hal ini benar-benar mengonfirmasi bahwa pendaratan ini, dalam beberapa hal, merupakan skenario pendaratan yang sudah ditakdirkan gagal," ujar Rojas.
Rojas juga menyoroti data penyebaran flap pada bagian belakang sayap yang baru dilakukan pada tahap akhir sebelum benturan. Flap berfungsi membantu memperlambat laju pesawat agar dapat mendarat secara perlahan.
"Penyebaran flap di sini terjadi jauh lebih lambat dalam urutan kecelakaan," kata Rojas. "Itu mungkin terjadi karena para pilot merespons fakta bahwa mereka melaju terlalu cepat."
Kronologi Benturan dan Korban Jiwa
Setelah melampaui batas landasan pacu, pesawat dengan nomor penerbangan Amazon Prime Air Flight 7598 tersebut menabrak sejumlah peralatan di area darat, menghantam sebuah van Ford berwarna putih, lalu menerobos pagar pembatas.
Pesawat terus melaju dan menabrak sebuah mobil Toyota Corolla sebelum akhirnya berhenti total pada jarak sekitar 1.300 kaki (394 meter) di luar area landasan pacu.
Laporan resmi mengonfirmasi lima korban tewas merupakan petugas pembersih pesawat yang berada di dalam van. Otoritas Miami mengidentifikasi para korban jiwa tersebut sebagai Rolando Aleman Leon, 55, Yoel Rodriguez Naranjo, 53, Julio C Pineda, 75, Carlos Acosta Fajardo, 53, dan Javierkys Reyes Quevedo, 47. (BBC/Z-2)


















































