Dolly Parton dan Carl Dean(Instagram)
DI luar gemerlap panggung hiburan dan sorotan kamera, Dolly Parton menjalani kehidupan pribadi yang tergolong sangat tenang dan tertutup. Bersama mendiang suaminya, Carl Thomas Dean, ikon musik country ini menghabiskan puluhan tahun kehidupannya di sebuah properti megah yang menjadi tempat bernaung paling aman bagi mereka berdua dari hingar-bingar dunia keartisan.
Kediaman utama mereka, yang dikenal sebagai Willow Lake Plantation, terletak di kawasan Brentwood, dekat Nashville, Tennessee. Properti seluas Puluhan hektar tersebut dibeli oleh Parton dan Dean pada tahun 1999. Rumah bergaya klasik ini dilengkapi dengan fasilitas mewah seperti kolam renang, lapangan tenis, gazebo, hingga kapel pribadi.
Bagi Parton, rumah tersebut bukan sekadar simbol kesuksesan, melainkan tempat di mana ia bisa menjadi dirinya sendiri bersama Dean, pria yang menikahinya sejak 1966 hingga wafatnya Dean pada Maret 2025. Di properti luas inilah pasangan tersebut menikmati kebersamaan yang jauh dari jangkauan media.
Meskipun membina rumah tangga selama hampir enam dekade, pasangan ini memilih untuk tidak memiliki anak. Parton kerap membagikan pandangannya secara terbuka dan jujur mengenai keputusan tersebut dalam berbagai kesempatan wawancara sepanjang hidupnya.
Parton mengungkapkan bahwa pada masa-masa awal pernikahan, mereka sempat membayangkan dan merencanakan kehadiran buah hati. Bahkan, mereka sudah menyiapkan nama untuk calon anak mereka. Namun, karena kondisi kesehatan pribadi Parton, termasuk masalah endometriosis yang akhirnya membuatnya harus menjalani operasi histerektomi di usia 30-an, keinginan tersebut tidak terwujud.
Alih-alih merasa tawar hati atau berkecil hati, Parton memilih untuk melihat takdir kehidupannya dari sudut pandang yang positif dan spiritual. Ia percaya bahwa keputusan alam tersebut memiliki tujuan yang lebih besar dalam hidupnya.
Parton pernah menyampaikan pemikirannya mengenai alasan di balik takdir kehidupannya yang tidak memiliki anak kandung. "Tuhan punya rencana untuk segala hal. Saya rasa mungkin itu bukan bagian dari takdir saya untuk memiliki anak, jadi anak-anak semua orang bisa menjadi anak-anak saya. Dan itulah yang terjadi."
Parton merangkul peran tersebut dengan mencurahkan kasih sayangnya kepada keponakan-keponakannya, anak-anak di sekitarnya, serta jutaan anak di seluruh dunia melalui program literasi Imagination Library yang didirikannya. Bagi Parton, tidak memiliki anak kandung justru memberinya ruang dan kesempatan lebih besar untuk menjadi sosok ibu dan pelindung bagi anak-anak di seluruh dunia melalui karya dan aksi sosialnya. (People/Z-2)











































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5340293/original/053973400_1757170402-20250906AA_Indonesia_U-23_vs_Macau-07_2.JPG)






