Manfaat Minum Air Putih untuk Ginjal dan Bahaya Jika Berlebihan

1 week ago 5
Manfaat Minum Air Putih untuk Ginjal dan Bahaya Jika Berlebihan Ilustrasi(magnifik)

MINUM air putih sering dianggap sebagai salah satu kebiasaan sederhana untuk menjaga kesehatan ginjal. Namun, kebutuhan cairan setiap orang ternyata tidak selalu sama. Anggapan bahwa semua orang wajib minum delapan gelas air putih setiap hari tidak sepenuhnya tepat karena kebutuhan cairan dapat dipengaruhi usia, ukuran tubuh, aktivitas, cuaca, hingga kondisi kesehatan.

National Kidney Foundation (NKF) menjelaskan bahwa tidak ada aturan tunggal mengenai jumlah air yang harus diminum setiap orang. Kebutuhan cairan dapat meningkat ketika seseorang berolahraga, bekerja dalam kondisi panas, banyak berkeringat, mengalami muntah atau diare, maupun berada dalam kondisi tertentu yang menyebabkan kehilangan cairan lebih banyak. 

Sementara itu, National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) menyebutkan bahwa orang dewasa yang sehat dapat mencoba minum sekitar enam hingga delapan gelas cairan berukuran 8 ons per hari. Namun, jumlah tersebut bukan angka mutlak untuk semua orang. Kebutuhan dapat berubah sesuai kondisi tubuh dan aktivitas sehari-hari. 

Air memiliki peran penting dalam membantu ginjal menjalankan fungsinya. Ginjal menyaring darah dan membuang limbah serta kelebihan cairan melalui urine. Ketika tubuh mengalami kekurangan cairan, aliran darah ke ginjal dapat terganggu. Dehidrasi berat bahkan dapat menyebabkan kerusakan ginjal. 

Kecukupan cairan juga berkaitan dengan risiko batu ginjal. Air membantu membuat urine lebih encer sehingga kristal pembentuk batu tidak mudah berkumpul. Selain itu, peningkatan produksi urine dapat membantu mengeluarkan bakteri dari saluran kemih. 

Salah satu cara sederhana untuk memperhatikan kondisi hidrasi adalah melihat warna urine. Urine berwarna kuning muda atau relatif bening umumnya menunjukkan tubuh mendapatkan cukup cairan, sedangkan urine yang lebih gelap dapat menjadi salah satu tanda bahwa tubuh membutuhkan lebih banyak cairan.

Meski demikian, warna urine juga dapat dipengaruhi makanan, obat-obatan, dan kondisi tertentu sehingga tidak bisa menjadi satu-satunya indikator kesehatan. 

Namun, minum air terlalu banyak dalam waktu singkat juga bukan kebiasaan yang baik. National Kidney Foundation memperingatkan bahwa konsumsi cairan secara berlebihan dapat menyebabkan kadar natrium dalam darah turun terlalu rendah atau hiponatremia. Kondisi tersebut dapat berbahaya, terutama jika seseorang memaksakan minum dalam jumlah sangat besar. 

Kebutuhan cairan juga berbeda pada orang dengan penyakit tertentu. Pasien penyakit ginjal kronis stadium lanjut atau gagal ginjal, terutama yang menjalani dialisis, justru dapat diminta membatasi asupan cairan karena ginjal tidak mampu membuang kelebihan cairan dengan baik. Pembatasan tersebut harus mengikuti arahan tenaga kesehatan yang menangani pasien. 

Karena itu, menjaga kesehatan ginjal bukan berarti sekadar mengejar jumlah gelas tertentu setiap hari. Yang lebih penting adalah memenuhi kebutuhan cairan tubuh secara seimbang, memilih air putih sebagai sumber utama, serta menyesuaikan asupan dengan aktivitas, lingkungan, dan kondisi kesehatan masing-masing.

Sumber: NIDKK

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |